Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Xiaomi Belum Mampu Lawan Samsung Jadi Raja HP, Ini Sebabnya
    Insight News

    Xiaomi Belum Mampu Lawan Samsung Jadi Raja HP, Ini Sebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 November 2021Updated:25 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Dalam laporan Canalys dan Counterpoint, Xiaomi merosot dari peringkat kedua ke ketiga dalam daftar penguasaan smartphone secara global. Ini karena dampak kekurangan chip global serta persaingan lebih ketat.

    Posisi Xiaomi berada di belakang Apple pada laporan tiga bulan yang berakhir September lalu.

    Xiaomi buka suara soal hal tersebut, yakni karena kekurangan chip semikonduktor. Masalah ini diperkirakan berlanjut hingga paruh pertama tahun depan.

    “Tahun ini, ada latar belakang sangat istimewa dan itu adalah kekurangan komponen secara global. Kekurangan adalah tantangan besar bagi kami,” kata Presiden Xiaomi, Wang Xiang dikutip CNNInternational, Kamis (25/11/2021).

    Dalam kuartal III-2021, perusahaan asal China melaporkan 43,9 juta pengiriman smartphone global. Angka ini turun sekitar 6% dibanding dalam waktu yang sama tahun lalu.

    Sebagai informasi sejak pertengahan tahun ini, Xiaomi bermasalah dengan rantai pasokan. Hampir semua vendor terpengaruh dengan kekurangan komponen, namun Direktur riset Counterpoint, Tarun Pathak mengatakan Xiaomi sangat terdampak masalah kekurangan komponen ini karena jajaran produknya yang luas.

    Pada kuartal terakhir saja, Xiaomi menyajikan lebih dari 50 model smartphone berbeda. Ini jauh di atas yang diluncurkan Apple di pasar.

    Hal itu ditambah dengan masalah komponen. Apple yang tidak begitu terdampak mendorong produsen iPhone untuk kembali ke posisi kedua pada kuartal III-2021, ungkap Tarun Pathak.

    Canalys juga mencatat, penjualan iPhone 13 menguntungkan Apple yang dilaporkan memiliki 15% pengiriman global. Hanya 1% di atas Xiaomi.

    Namun Pathak mengatakan jangan meremehkan Xiaomi. Sebab perusahaan itu bisa kembali ke posisi runner up, khususnya dikarenakan biasanya berkinerja kuat pada paruh pertama seperti Tahun Baru Imlek.

    Untuk jadi nomor satu, peluangnya kecil, ungkap Pathak. Menurutnya Xiaomi harus mempertahankan keunggulan di dua pasar penting China dan India, sambil bekerja untuk hadir di pasar lebih besar seperti Amerika Serikat.

    “Jika mereka mau (menjadi) nomor satu, ini tidak bisa karena dua negara itu. AS memiliki pasar (smartphone) terbesar ketiga di dunia, di mana itu sebagian besar belum terlihat di portofolio Xiaomi,” ucapnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.