Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Xi Jinping Blokir, Warga China Tak Bisa Sembunyi di Internet
    Insight News

    Xi Jinping Blokir, Warga China Tak Bisa Sembunyi di Internet

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 November 2023Updated:1 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Xi Jinping memberlakukan aturan pemblokiran baru secara dadakan. Semua akun media sosial dengan lebih dari 500.000 pengikut (followers) wajib menampilkan identitas asli.

    Akun anonim akan disapu bersih dari platform jejaring sosial. Hal ini memicu kekhawatiran akan munculnya praktik doxxing, yakni penyebaran identitas pribadi di ranah maya untuk menyerang seseorang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dengan aturan baru ini, akun yang diistilahkan ‘self-media’ tak bisa lagi wara-wiri di media sosial. Self-media merujuk pada sebuah akun yang tak terdaftar sebagai organisasi media resmi, tetapi kerap menyebarkan informasi atau update terkait isu dan peristiwa.

    Praktik self-media sudah lama menjadi perhatian pemerintah China. Selama bertahun-tahun, Xi Jinping berupaya membasmi self-media dengan tujuan ‘memurnikan’ ruang siber, dikutip dari Reuters, Rabu (1/11/2023).

    Mantan editor media pemerintah, Hu Xijin, mendukung aturan baru tersebut. Ia mengatakan kebijakan ini akan membuat akun-akun ‘berpengaruh’ lebih bertanggung jawab atas informasi yang disebarkan di internet.

    Namun, banyak yang mengutarakan kekhawatiran bahwa aturan ini bakal mempermudah praktik doxxing. Selama ini, akun anonim digunakan untuk ‘bersembunyi’ dari serangan maya, ketika seseorang atau kelompok ingin lebih bebas berekspresi dan menyebarkan informasi di China.

    Penyedia platform sudah buka suara soal kebijakan baru ini. CEO Weibo Wang Gaofei mencoba menenangkan penggunanya dengan menegaskan bahwa aturan ini tak akan berlaku bagi pemilik akun di bawah 500.000 followers.

    Douyin milik ByteDance mengatakan platformnya tak akan menanyakan informasi pribadi selain nama asli. Dengan begitu, pengguna tak perlu takut soal keamanan data personal yang bersifat sensitif, seperti alamat dan nomor telepon.

    Aturan ini akan menghapus ribuan akun influencer di media sosial China yang selama ini diikuti oleh ratusan juta warga setempat.

    Beberapa penyedia platform mengatakan kebijakan ini akan mulai diberlakukan kepada akun anonim dengan lebih dari 1 juta followers terlebih dahulu.



    Artikel Selanjutnya


    Joe Biden Blokir 42 Perusahaan China Gegara Bantu Putin

    (fab/fab)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.