Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Wishnutama Ungkap Hal yang Dilupakan Proyek Kesayangan Jokowi
    Insight News

    Wishnutama Ungkap Hal yang Dilupakan Proyek Kesayangan Jokowi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juli 2023Updated:27 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden Jokowi selalu mendorong dan membanggakan hilirisasi di berbagai sektor ekonomi. Ternyata, hilirisasi tidak hanya dibutuhkan di sektor pertambangan dan pertanian. Wishnutama mengingatkan bahwa hilirisasi juga sedang berjalan dan dibutuhkan di sektor digital.

    Komisaris Utama TelkomselWishnutamaKusubandio menyatakan bahwa ekonomi digital disebut memiliki “kue” yang besar untuk beberapa tahun ke depan, bahkan nilainya ditaksir mencapai triliunan dolar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, ada pekerjaan rumah atau PR utama yang masih harus diselesaikan, yaitu membuat dampak ekonomi tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

    “Memang besar tapi kalau kita tidak melakukan sesuatu, maka yang dapat merasakan manfaat potensi tersebut belum tentu bangsa kita,” kata dia dalam acara Nge-Spill Bareng Pijar Foundation, di Jakarta, Kamis (27/7/2023).

    Agar dampak ekonomi tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat, pemerintah memiliki urgensi yang paling penting saat ini yaitu harus ada hilirisasi ekonomi digital.

    Dengan mengatur dan memberdayakan sumber daya manusia sehingga menciptakan kemampuan baru melalui pengembangan talena dan pengembangan regulasi yang lebih menguntungkan bangsa.

    Wishnutama yang juga menjadi Anggota Dewan Penyantun Pijar Foundation, mengungkap ‘barang’ sasaran hilirisasi digital adalah market atau pasar Indonesia.

    “Market digital kita itu perlu hilirisasi sedemikian rupa supaya dapat memberi manfaat yang luar biasa ke bangsa kita,” tuturnya.

    Salah satu caranya dengan menciptakan ekonomi baru. “Kita enggak boleh anti sama asing. Tapi asingnya juga jangan sekadar gimmick, jangan drama doang. Kita harus bikin yang real kita harus membangun ekonomi baru.” pungkasnya.

    Indonesia sendiri tengah menantikan bonus demografi tahun 2030 – 2040, di mana total penduduk produktif (15-64 tahun) diprediksi akan mencapai 64% dari 297 juta jiwa.

    Menurut laporan McKinsey & Co bertajuk The Archipelago Economy: unleashing Indonesia’s potential, September 2012), Indonesia berpotensi menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-7 di dunia, serta memiliki potensi pasar senilai US$1,8 triliun pada sektor layanan konsumen, agrikultur dan perikanan, sumber daya, serta pendidikan.

    (dem)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.