Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Wilayah RI Panas Mendidih 2024, BMKG Ramal Lebih Parah dari 2023
    Insight News

    Wilayah RI Panas Mendidih 2024, BMKG Ramal Lebih Parah dari 2023

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Januari 2024Updated:28 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tahun 2024 disebut bakal lebih panas dibanding tahun lalu. Ini semua karena pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi pada 2023 akan terus berlanjut.

    “Pemanasan global mencapai rekor baru pada 2023, melampaui rekor tahun 2016. Tahun 2024 diperkirakan akan lebih panas lagi,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (26/1/2024).

    Fenomena panas ekstrem memang telah terjadi pada paruh kedua tahun lalu. Penyebabnya, Ardhasena mengatakan karena adanya El Nino dan perubahan iklim.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bahkan level suhu globalnya cukup mengkhawatirkan. Tercatat rata-ratanya mencapai 1,45 derajat Celcius berbeda tipis dari yang ditetapkan Perjanjian Paris 1,5 derajat Celcius.

    Panas ekstrem yang terjadi tahun lalu juga berdampak pada banyak hal. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebutkan suhu panas tersebut berdampak pada kesehatan manusia dan kebakaran hutan di berbagai lokasi.

    Sementara itu, Indonesia melakukan berbagai upaya menurunkan emisi gas rumah kaca 29% dengan upaya sendiri dan 41% melalui dukungan internasional pada 2030. Beberapa yang dilakukan seperti pengurangan laju deforestasi dan degradasi hutan, pengelolaan hutan lestari, rehabilitasi hutan, pengelolaan lahan gambut dan mangrove, dan peningkatan konservasi keanekaragaman hayati.

    Upaya lainnya adalah mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan, meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah, menerapkan sistem pertanian rendah karbon, serta menekan emisi karbon di sektor transportasi.

    Ardhasena mengingatkan masalah pemanasan global dan perubahan iklim adalah tanggung jawab bersama. Jadi perlu untuk mencegah dan mengurangi dampaknya.

    “Permasalahannya pemanasan global dan perubahan iklim merupakan tanggung jawab bersama setiap umat manusia. Oleh karena itu kita perlu berupaya untuk menahan lajunya dan mengurangi dampaknya,” jelas dia.



    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.