Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»WHO Prediksi Kasus Kanker Naik 77%, Angka Kematian 2x Lipat
    Inspiring You

    WHO Prediksi Kasus Kanker Naik 77%, Angka Kematian 2x Lipat

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman5 Februari 2024Updated:5 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi bahwa penderita kanker di seluruh dunia akan melonjak hingga 77 persen atau mencapai angka 35 juta penderita pada 2050.

    WHO mencatat, penderita yang didiagnosis kanker di seluruh dunia mencapai 20 juta kasus pada 2022 lalu. Angka tersebut berasal dari 185 negara dan 36 jenis penyakit kanker.

    Pada negara-negara dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi diperkirakan akan mengalami peningkatan terbesar dalam hal kasus, dengan perkiraan tambahan 4,8 juta kasus baru pada tahun 2050 dibandingkan perkiraan pada tahun 2022. Namun peningkatan kasus kanker paling mencolok terjadi di negara-negara dengan IPM rendah (peningkatan sebesar 142%) dan di negara-negara dengan HDI sedang (99%).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perlu diketahui, Indeks Pembangunan Manusia mengukur pencapaian rata-rata dalam tiga dimensi utama pembangunan manusia: umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.

    Angka kematian akibat kanker

    Angka kematian akibat kanker di negara-negara dengan IPM rendah diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2050.

    “Dampak peningkatan kasus ini tidak akan dirasakan secara merata di negara-negara dengan tingkat IPM yang berbeda-beda. Mereka yang memiliki sumber daya paling sedikit untuk mengelola beban kanker mereka akan menanggung beban terberat akibat kanker global,” kata Dr Freddie Bray, Kepala Cabang Pengawasan Kanker di International Agency for Research and Cancer (IARC).

    Menurut Dr Cary Adams, ketua UICC – Union for International Cancer Control, meski kemajuan teknologi deteksi kanker semakin maju, hal tersebut tidak menjadi jaminan. Peningkatan kasus terjadi disebabkan oleh keterlambatan diagnosis dan kurangnya akses terhadap pengobatan.

    Apalagi, terdapat kesenjangan besar dan kurangnya perlindungan finansial terhadap penyakit kanker di seluruh dunia, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah, di mana masyarakat tidak mampu mengakses perawatan kanker dassar.

    Penyebab kanker

    Adapun penyebab peningkatan kasus kanker yang pesat ini adalah penuaan dan pertumbuhan populasi, serta perubahan paparan masyarakat terhadap faktor risiko, beberapa diantaranya yang berhubungan dengan pembangunan sosio-ekonomi.

    Sementara itu, merokok, alkohol, dan obesitas merupakan faktor kunci di balik meningkatnya kejadian kanker. Serta polusi udara masih menjadi faktor utama penyebab kanker.


    Artikel Selanjutnya


    Daftar Makanan yang Bisa Sebabkan Kanker serta Alternatifnya

    (hsy/hsy)


    Never Give Up Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.