Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»WHO Ganti Nama Virus Cacar Monyet, Jangan Salah Sebut Lagi
    Insight News

    WHO Ganti Nama Virus Cacar Monyet, Jangan Salah Sebut Lagi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 November 2022Updated:29 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan nama baru untuk cacar monyet (monkeypox). Demi menghindari stigma pada penderita, virus cacar monyet kini disebut sebagai mpox.

    Kedua nama, monkeypox dan mpox, tetap akan digunakan selama setahun ke depan. Namun, secara bertahap nama monkeypox akan dikurangi untuk kemudian tidak digunakan.

    WHO, lewat situs resminya, juga mengimbau agar seluruh pihak mengganti penamaan virus cacar monyet dengan virus mpox.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kebijakan WHO ini diambil karena nama virus cacar monyet, yang dinamakan karena pertama kali teridentifikasi menulari monyet, dikritik. Nama itu dinilai rasis dan mengandung stigma seksual.

    Cacar monyet adalah infeksi virus yang jarang ditemukan sebelum pada pertengahan tahun ini penularannya meluas ke seluruh dunia. Sebelumnya, virus ini hanya ditemukan di bagian barat dan pusat benua Afrika, serta menular di kalangan pria homoseksual.

    Nama mpox dipilih setelah WHO menggelar konsultasi publik. Langkah WHO ini, menurut CNBC International, langka karena biasanya proses penamaan virus dilakukan secara tertutup oleh komite teknis.

    Beberapa nama yang diajukan oleh publik selain mpox, adalah TPoxy MCpoxFace dan TRUMP-22.

    WHO menyatakan memilih nama mpox diharapkan bisa “meminimalkan dampak negatif dari nama yang sekarang.”

    Nama mpox diajukan oleh organisasi kesehatan pria Rezo. Dengan menghapus nama monyet, mereka berharap agar kasus penularan virus lebih disikapi dengan serius.

    Sepanjang 2022, lebih dari 81.000 kasus cacar monyet dan 55 kematian telah dilaporkan oleh 110 negara di seluruh dunia.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Alasan Indonesia Belum Rekomendasi Vaksinasi Cacar Monyet

    (dem/dem)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.