Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»WhatsApp Dituduh Bantu Israel Lacak Warga Palestina, Ini Faktanya
    Insight News

    WhatsApp Dituduh Bantu Israel Lacak Warga Palestina, Ini Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 April 2024Updated:25 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – WhatsApp dituding ikut membantu Israel. Platform Meta itu disebut membocorkan lokasi masyarakat Palestina kepada negara tersebut.

    Israel menggunakan program yang disebut Lavender. Majalah +972 pernah melaporkan sistem itu digunakan untuk menargetkan puluhan ribu warga.

    Lavender akan memilihnya secara sistematis. Dilaporkan pula hanya sedikit orang yang mengawasi sistem bekerja.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Paul Biggar yang merupakan insinyur software dan pendiri Tech for Palestine berusaha menjelaskan cara kerja Lavender. Program itu disebut untuk melacak anggota Hamas.

    Mengutip laman TRT World, Lavender akan mengidentifikasikan target berdasarkan data yang didapatkan dari grup WhatsApp. Namun cara ini berisiko menargetkan warga sipil yang berbagi grup WhatsApp dengan anggota Hamas.

    “Ini adalah sistem pre-crime dan harusnya tidak digunakan tanpa investigasi berdasarkan target yang disarankam.” jelasnya dikutip Kamis (25/4/2024).

    Penggunaan AI juga diaplikasikan Israel pada sebuah tools AI bernama Where’s Daddy. Sistem menggunakan geolokasi untuk mengikuti Hamas ke rumahnya sebelum akhirnya diserang.

    Sistem pra-crime atau sebelum kejahatan itu membuat tentara Israel bisa menebak siapa yang harus dibunuh. Berikutnya serangan dilakukan dengan menggunakan Where’s Daddy.

    WhatsApp membantah tudingan keterlibatan pihaknya. Menurut perusahaan. mereka tidak pernah membagikan informasi dengan siapapun.

    Meta juga menegaskan perlu melakukan peninjauan, memvalidasi dan menanggapi permintaan otoritas dengan cermat. Termasuk juga untuk bisa melindungi data masyarakat.

    “Tanggapan Meta bukanlah tanggapan yang kita inginkan dari perusahaan. Mereka harusnya mengumumkan audit kebijakan, personel dan sistem dari atas ke bawah, agar bisa menentukan apakah pengguna WhatsApp jadi target dan apakah mereka aman,” jelas Biggar.




    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.