Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»WFH Nyambi Kerja di Perusahaan Lain, 300 Pegawai Dipecat!
    Insight News

    WFH Nyambi Kerja di Perusahaan Lain, 300 Pegawai Dipecat!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 September 2022Updated:22 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa layanan TI Wipro memecat 300 karyawan dalam beberapa bulan terakhir. Uniknya, karyawan tersebut dipecat karena bekerja sampingan di perusahaan pesaing, kata seorang eksekutif.

    Peluang karyawan bekerja di tempat pesaing disebut terjadi karena sistem bekerja dari rumah atau yang dikenal Work from Home (WFH), demikian dikutip dari TechCrunch, Kamis (22/9/2022).

    Chairman Wipro Rishad PremjiĀ mengatakan bahwa perusahaan menemukan pekerjaan sampingan bagi pesaing sebagai “tindakan pelanggaran integritas.”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sebagai bagian dari transparansi, individu dapat melakukan percakapan yang jujur dan terbuka seputar bermain di band atau mengerjakan proyek selama akhir pekan. Itu adalah percakapan terbuka di mana organisasi dan individu dapat membuat pilihan bersama, apakah itu berhasil untuk mereka atau tidak,” katanya.

    Namun, tidak ada ruang bagi karyawan yang bekerja untuk Wipro tapi juga bekerja dengan pesaing mereka dengan mengerjakan hal yang sama.

    “Itulah yang saya maksud, jadi saya tetap pada apa yang saya katakan. Saya pikir itu adalah pelanggaran integritas jika Anda bekerja sambilan dalam bentuk dan rupa itu,” tuturnya.

    Semakin banyak pekerja kerah putih, mulai dari teknologi hingga industri perbankan, diam-diam mengambil pekerjaan kedua sebagai bentuk antisipasi atas kekhawatiran tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), atau memanfaatkan akuntabilitas yang lebih rendah saat bekerja dari rumah.

    Beberapa startup merangkul kerja sambilan sebagai keuntungan. Swiggy, startup pengiriman makanan paling berharga di India, mengatakan kepada karyawan bulan lalu bahwa mereka dapat mengambil pekerjaan kedua untuk pertimbangan ekonomi dengan syarat mendapatkan persetujuan internal.

    Startup fintech yang berkantor pusat di Bengaluru, Slice, tahun lalu menawarkan karyawan baru selama tiga hari seminggu dengan gaji 80% dari tarif pasar yang berlaku. Perjanjian kerja memungkinkan karyawan untuk memiliki pekerjaan kedua.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Startup RI PHK Ratusan Pegawai Selama Pandemi, Ini Daftarnya

    (wia)


    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.