Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Waspada Rampok Berkedok Aplikasi Android, Buruan Hapus!
    Insight News

    Waspada Rampok Berkedok Aplikasi Android, Buruan Hapus!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Mei 2022Updated:21 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu lalu, Zimperium Labs merilis laporan mengenai aplikasi Android yang ternyata disusupi pelaku kejahatan siber. Temuan perusahaan riset keamanan siber asal Amerika Serikat (AS) itu menemukan virus jahat Grifthorse dan siap merampok para penggunanya.

    Malware bekerja dengan menghubungkan ponsel dan layanan berbayar. Ini dilakukan tanpa sepengetahuan para korbannya dan pelaku akan merampok melalui modus tersebut.

    “Aplikasi ini tampaknya tidak berbahaya ketika membaca deskripsi dan izin akses yang mereka minta. Namun rasa percaya diri yang salah ini berubah ketika pengguna mendapat tagihan dari bulan ke bulan untuk layanan premium tanpa sepengetahuan dan persetujuan korban,” tulis peneliti Zimperium Labs, Aazim Yashwant dan Nipun Gupta seperti dilaporkan Phone Arena.

    Para pelaku modus kejahatan ini dilaporkan mampu mengantongi uang sebanyak US$42 atau sekitar Rp600 ribu per bulannya hanya dari satu ponsel. Untuk mengelabui para korbannya, aplikasi dibuat sedemikian rupa agar terlihat tidak berbahaya.

    Sebagai informasi, virus tersebut sudah menginfeksi sekitar 10 juta pengguna Android. Korbannya juga tersebar di 70 negara.

    Selain itu, para penipu juga menggunakan teknik phishing dalam kejahatannya. Dengan interaksi bersama pengguna meningkatkan penyebaran serta infeksi pada virus.

    Korban akan menerima pemberitahuan memenangkan sejumlah hadiah dan perlu segera mengklaim hadiah itu. Notifikasi muncul sekitar lima kali per jam dan sejumlah pengguna akhirnya merespons notifikasi soal hadiah itu.

    Berikutnya korban akan dibawa ke situs web yang meminta nomor ponselnya. Namun nyatanya, ini merupakan modus membuat layanan SMS premium.

    Google dilaporkan telah mengetahui masalah ini dan aplikasi bermasalah telah dihapus dari Play Store. Namun bagi pengguna yang sudah memiliki aplikasi di dalam ponsel diminta segera menghapusnya agar tidak menjadi korban berikutnya.

    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.