Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Waspada! HP Android di RI Sasaran Mata-Mata Internasional
    Insight News

    Waspada! HP Android di RI Sasaran Mata-Mata Internasional

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 April 2023Updated:5 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia merupakan salah satu negara yang jadi sasaran serangan mata-mata digital (spyware). Menurut laporan, kampanye peretasan banyak menargetkan para pengguna HP Android.

    Lab Keamanan Amnesty Internasional menemukan celah keamanan tersebut. Semua orang juga didorong untuk melakukan pembaruan perangkat untuk mencegah adanya masalah di kemudian hari.

    “Perusahaan spyware yang tidak bermoral menimbulkan bahaya nyata bagi privasi dan keamanan semua orang. Kami mendesak orang-orang untuk memastikan telah melakukan pembaruan keamanan pada perangkat,” kata Kepala Lab Keamanan Amnesty Internasional, Donncha O Cearbhaill, dikutip Selasa (4/4/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Serangan dilaporkan telah ditemukan sejak tiga bulan lalu. Pada Desember 2022, temuan berhasil membuat Google menangkap rantai eksploitasi zero-day yang digunakan meretas perangkat Android.

    Serangan tersebut memungkinkan peretas menembus keamanan ponsel, bahkan yang sudah ditambal dan diperbarui. Karena kerentanan ini tak diketahui oleh pengembang sama sekali.

    Menurut laporan, pelaku akan mengirimkan spyware serta zero-day pada lebih dari 1000 domain berbahaya. Termasuk pada domain spoofing situs media untuk banyak negara.

    Di Uni Emirat Arab, pengguna Android diserang dengan link yang dikirim lewat SMS. Saat diklik, link akan menginstal spyware pada ponsel korban.

    Selain Indonesia, Lab Keamanan menjelaskan terdapat aktivitas tambahan spyware di sejumlah negara lain. Mulai dari Belarusia, UEA, dan Italia.

    “Negara-negara ini kemungkinan besar hanya mewakili sebagian kecil dari seluruh kampanye serangan berdasarkan sifat ekstensif dari infrastruktur serangan lebih luas,” jelas unggahan di laman Amnesty.




    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.