Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Waspada Gejala Covid Varian Baru XE, Lebih Buruk dari Omicron
    Insight News

    Waspada Gejala Covid Varian Baru XE, Lebih Buruk dari Omicron

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 April 2022Updated:5 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Varian baru virus Covid-19 kembali ditemukan. Kali ini varian tersebut diberi nama XE, yang merupakan mutasi dari BA.1 (omicron asli) dengan BA.2 (omicron siluman).

    Mengenai gejalanya, memang belum dipaparkan secara signifikan. Namun seorang dokter penyakit dalam di Johns Hopkins Bayview Medical Center di Baltimore, Erica Johnson mengatakan gejala varian baru itu mirip dengan Omicron asli.

    Adapun gejala utama BA.1 dan BA.2 ringan adalah batuk, demam, kelelahan, dan kemungkinan hilangnya rasa atau penciuman. Sejumlah pasien juga mencatat pilek, masalah pencernaan, sakit kepala dan ruam kulit.

    Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSCA) menyebutnya varian ini sebagai “rekombinasi”. Setidaknya per 22 Maret, ada 637 kasus XE ditemukan di Inggris.

    “Tingkat pertumbuhan awal untuk XE tidak berbeda secara signifikan dari BA.2,” kata UKHSCA dikutip dari Independent, Selasa (5/4/2022).

    “Tetapi menggunakan data terbaru hingga 16 Maret 2022, sekarang memiliki tingkat penularan 9,8% di atas varian BA.2.”

    Kepala Transisi Penasihat Medis UKHSA, Profesor Susan Hopkins, mengatakan belum bisa memastikan lebih jauh varian ini. Sebab bukti dari kemunculannya belum cukup banyak.

    “Rekombinan khusus ini, XE, telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi dan kami belum dapat memastikan apakah ia memiliki keunggulan pertumbuhan,” kata Hopkins kepada The Sun.

    Sejauh ini, lanjut Hopkins, tidak ada cukup bukti untuk menarik kesimpulan tentang penularan, tingkat keparahan, atau efektivitas vaksin.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.