Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Waspada Gejala Covid Varian Baru, Lebih Ngeri dari Omicron?
    Insight News

    Waspada Gejala Covid Varian Baru, Lebih Ngeri dari Omicron?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 April 2022Updated:22 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tahun 2022 ini, masyarakat dunia harus kembali mendengar tambahan varian Covid-19 terbaru. Varian XE disebut sebagai rekombinan dari BA.1 (varian Omicron asli) dan BA.2 (Omicron siluman).

    Varian ini memang tergolong baru dan belum dipaparkan secara signifikan. Namun, gejala varian XE sudah bisa diidentifikasi dari beberapa pasien.

    Dilaporkan jika gejala yang ditimbulkan dari varian XE ini mirip dengan yang diidentifikasi dari Omicron. Ini diungkapkan seorang dokter penyakit dalam di Johns Hopkins Bayview Medical Center di Baltimore, Amerika Serikat (AS), Erica Johnson.

    Gejala utama BA.1 dan BA.2 seperti batuk, demam, kelelahan, dan kemungkinan kehilangan indra perasa atau penciuman. Selain itu, juga ada gejala pilek, masalah pencernaan, sakit kepala dan ruam kulit.

    Sebagai informasi, Varian XE pertama kali diidentifikasi di Inggris pada awal tahun lalu. Sekitar lebih dari 637 kasus telah diidentifikasi sejauh ini.

    “Tingkat pertumbuhan awal untuk XE tidak berbeda secara signifikan dari BA.2,” kata Badan keamanan Kesehatan Inggris atau UKHSA dikutip dari Independent, Jumat (22/4/2022).

    Menurut UKHSA, berdasarkan laporan hingga 16 Maret 2022, tingkat penularan varian tersebut 9,8% dari BA.2. Sementara itu, Kepala Transisi Penasihat Medis Susan Hopkins mengatakan belum dapat memastikan lebih jauh soal varian XE.

    Menurutnya ini dikarenakan kemunculannya belum terlalu banyak. Karena itu, juga belum ada banyak bukti terkait penularan, keparahan, serta efektivitas vaksin.

    “Rekombinan khusus ini, XE, telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi dan kami belum dapat memastikan apakah ia memiliki keunggulan pertumbuhan,” kata Hopkins dikutip The Sun.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.