Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Warning! RI Perketat Pintu Masuk, Cegah Virus Cacar Monyet (Mpox)
    Inspiring You

    Warning! RI Perketat Pintu Masuk, Cegah Virus Cacar Monyet (Mpox)

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 Agustus 2024Updated:18 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan himbauan ketat untuk mencegah meluasnya penularan Mpox atau Monkey Pox atau cacar monyet.

    Pemerintah akan mengupayakan melakukan perketatan pintu masuk. Khususnya bagi pelaku perjalanan dengan gejala.

    Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Yudhi Pramono mengatakan WHO tidak mengeluarkan pembatasan perjalanan. Selain itu vaksinasi juga belum menjadi kewajiban seperti Covid-19.

    Jadi akan dilakukan dengan mengantisipasi masyarakat yang menunjukkan gejala Mpox. Salah satunya demam, walaupun ada yang tidak menunjukkan gejala tersebut karena adanya masa inkubasi 1-34 hari.

    “Di pintu masuk pemantauan suhu tubuh, kita melakukan pemantauan visual penumpang masuk dan membuat seperti kuesioner untuk kalau ada pertemuan internasional,” kata Yudhi dalam konferensi pers, Minggu (18/8/2024).

    Strategi tangani Mpox

    Kementerian Kesehatan juga telah menetapkan strategi penanganan Mpox. Mulai dari Surveilans, yakni terkait penemuan kasus aktif, penyelidikan epidemiologi, persiapan laboratorium rujukan, pemeriksaan pada kasus konfirmasi, pencatatan NAR, dan memberitahu WHO terjadi kejadian Mpox di Indonesia.

    Obat-obatan juga telah disiapkan. Bergantung pada gejala yang dialami oleh pasien.

    Sementara perawatan juga bergantung pada keparahan kasus. Untuk kasus ringan diminta isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan Puskesmas dan kasus berat dirawat di rumah sakit.

    Kemenkes juga sudah menyiapkan vaksinasi. Komunikasi terkait penyakit untuk masyarakat dan pihak terkait juga terus dilakukan.

    Seks sesama jenis

    Yudhi juga menjelaskan, Mpox menular melalui kontak langsung. Utamanya melalui ruam bernanah di kulit, termasuk saat berhubungan seksual.

    “Orang yang berhubungan seks dengan banyak pasangan dan berganti-ganti berisiko. Kelompok risiko utama adalah laki-laki yang melakukan seks dengan sejenis,” kata Yudhi.

    Masyarakat diharapkan tidak berhubungan seks jika pasangan menunjukkan gejala Mpox, seperti ruam bernanah di kulit. Selain itu bagi mereka yang menunjukkan gejala bisa langsung memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit.

    “Jika merasa sakit dianjurkan menggunakan masker medis. Jika mengalami gejala Mpox diharapkan periksa ke puskesmas atau rumah sakit, dan menghindari aktivitas di luar rumah,” jelasnya menambahkan.

    (pgr/pgr)

    Saksikan video di bawah ini:

    Laris Manis Bisnis Klink Kecantikan Kekinian Saat Daya Beli Tertekan





    Next Article



    Penyakit Cacar Monyet Muncul Lagi, Satu Pasien Meninggal



    Never Give Up Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.