Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga RI Waswas Pekerjaan Hilang Digantikan AI, Ini Buktinya
    Insight News

    Warga RI Waswas Pekerjaan Hilang Digantikan AI, Ini Buktinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Oktober 2024Updated:30 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Penggunaan generative AI (genAI) sudah makin masif di kalangan profesional.

    Menurut laporan Jobstreet bertajuk ‘Decoding Global Talent 2024: GenAI Edition’, 1 dari 2 pekerja d Indonesia pernah menggunakan genAI baik untuk kebutuhan pekerjaan ataupun pribadi.

    Sebagian besar sudah menggunakan GenAI secara rutin. Namun belum sebanyak pengguna GenAI di negara Asia Tenggara lainnya.

    Lalu, apakah mereka khawatir jika pekerjaannya digantikan oleh kecerdasan buatan?

    Ternyata, sebagian besar dari yang disurvei percaya bahwa pekerjaan mereka akan terdampak AI dalam 5 tahun ke depan. Sehingga mereka perlu untuk mempelajari keahlian baru.

    Menurut data dari Jobstreet, 38% menyebut sebagian tugas akan berubah. Sementara 30% lainnya mengatakan bahwa pekerjaan mereka akan berubah.

    “Dan ada yang bilang, sebagian tugas akan berubah. Jadi, kalau di marketing itu yang dulu kita gak punya marketing teknologi itu sekarang kita harus pakai martek, untuk lebih meningkatkan tugas-tugas kita, dan untuk mendapatkan goal, untuk mencapai goals yang lebih pas,” ujar Country Head of Marketing Jobstreet Sawitri di Jakarta, Selasa (29/10/2024).

    Kemudian, 22% merasa pekerjaan mereka tidak akan terpengaruh. Dan 10% merasa pekerjaan mereka akan hilang akibat semakin masifnya penggunaan genAI.

    Laporan Jobstreet menunjukkan 97% responden Indonesia bersedia melakukan reskilling untuk tetap kompetitif di pasar tenaga kerja. Lebih tinggi dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya maupun global.

    Sepanjang 2023, 40% responden Indonesia melakukan reskilling secara rutin setiap minggu, dibandingkan 32% di Asia Tenggara.

    Sebagai informasi, survei global ini mencakup lebih dari 180 negara dan melibatkan 150,735 responden, termasuk 19,154 tenaga kerja Indonesia.

    Laporan ini memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana kecerdasan buatan telah merevolusi lanskap pekerjaan.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Waduh, Iran Bongkar Email Donald Trump Jelang Pilpres AS




    Next Article



    Singapura Kasih Peringatan Bahaya, Jokowi Sudah Jadi Korban



    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.