Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga RI Teriak Soal STB Gratis, Ini Penjelasan Menkominfo
    Insight News

    Warga RI Teriak Soal STB Gratis, Ini Penjelasan Menkominfo

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 September 2023Updated:4 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan hampir semua lembaga penyiaran swasta (LPS) telah melakukan kebijakan Analog Switch-Off (ASO).

    Pemerintah telah mendistribusikan 1,35 juta STB kepada masyrakat miskin yang masuk dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

    Sementara dari LPS berkomitmen menyalurkan sebanyan 4,3 juta STB. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 10 persen yang salurkan oleh LPS.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, ia tidak memaparkan lebih lanjut berapa jumlah detail, siapa, dan berapa yang belum menyalurkan STB ke masyarakat yang membutuhkan.

    “Nah mohon maaf juga harus saya sampaikan apa adanya, bahwa dari komitmen yang dilakukan lembaga penyiaran swasta ini dari 4,3 juta baru 10 persen. Itu kewajibannya LPS,” ujarnya saat Raker dengan Komisi I DPR RI, Senin (4/9/2023).

    “Gini, saya udah baca aturannya, ngga terlalu ketat,” imbuhnya.

    Hal ini ia sampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan dari anggota Komisi I DPR mengenai kejelasan STB. Sebab menurut mereka masih banyak STB yang katanya dibagikan gratis, tapi tidak sampai dan malah dijual dengan harga tinggi.

    Menurut Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin, masyarakat menjerit karena STB yang dijanjikan gratis, tidak mereka dapatkan sampai saat ini.

    “Dari janji kominfo 6 juta (STB) diserahkan kepada rakyat yang tidak mampu dengan data DTKS itu,” ujar Nurul saat dalam kesempatan yang sama.

    “Terus menteri sebelumnya turun dari 6 juta (STB) menjadi 3 juta sekian. Kami ingin bukti sebenarnya 3 juta itu sampai ke rakyat tidak?,” imbuh Wakil Ketum Partai Golkar itu.

    Sementara itu, anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi, pemerintah bisa membuat kebijakan yang tegas untuk mempercepat para LPS segera menunaikan kewajibannya.

    “Caranya bagiamana ya percepat ASO, ini kan kita masih sebagian-sebagian. Kalau dipercepat ASO dimana-mana mereka kan juga ada keperluan rating. Kalau keperluan rating mereka mau ngga mau harus menyebarkan distribusi STB nya,” jelasnya.

    “Jadi saya rasa pemerintah tegas, dengan mempercepat dan mempertegas ASO-nya diberbagai kota bisa cukup untuk mendorong kewajiban LPS itu,” imbuh Bobby.


    Artikel Selanjutnya


    Operator Seluler Minta Menkominfo Budi Arie Turunkan Harga

    (fab/fab)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.