Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga RI Sasaran Empuk Penipuan Online, Ini Penyebabnya
    Insight News

    Warga RI Sasaran Empuk Penipuan Online, Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Mei 2023Updated:18 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penipuan online menjadi kerentanan keamanan yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia.

    Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sebanyak 10,30% responden mengaku pernah kena penipuan online. Sementara 9,28% lainnya mengaku perangkat yang digunakan pernah terkena virus. Dan 7,96 persen responden mengatakan pernah mengalami pencurian data/hack/phising.

    Sisanya, tidak dapat mengakses akun di aplikasi tertentu (5,55%), kasus lainnya terkait isu keamanan (2,55%), dan mengaku tidak tahu atau tidak pernah mengalami kasus kerentanan keamanan (74,59%).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dari 8 ribu lebih responden 95,17% menyebut tidak pernah mengalami kerugian akibat transaksi online. Sedangkan 4,83% yang lain mengaku pernah mengalami kerugian.

    Namun sayangnya 34,47% mengaku tidak tahu atau tidak pernah ada tindakan untuk menjaga keamanan data mereka. Tapi masih ada 20,69% yang waspada ketika menggunakan aplikasi yang meminta daya pribadi.

    Warga RI Ogah Ganti Password

    Salah satu yang menjadi kunci dari keamanan akun atau data di internet adalah password atau kata sandi. Dari survei ini masih banyak orang yang belum pernah mengganti kata sandi mereka (66,82%), dengan alasan semakin sering diganti bakal makin sering lupa.

    “Dari survei kami, ketika responden ditanya alasan kenapa tidak pernah mengubah password, karena makin sering diubah malah sering buat lupa” kata Sekjen APJII Zulfadly Syam saat Peluncuran Resmi Hasil Survei APJII di Jakarta.

    Sementara yang rajin mengganti password terbagi dalam beberapa waktu periode, yakni setahun sekali (10,44%), enam bulan sekali (7,52%), sebulan sekali (5 97%), tiga bulan sekali (5,62%), dan dua bulan sekali (3,64%).



    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.