Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga RI Ogah Beli HP Baru, Nasib Pedagang Ponsel Miris!
    Insight News

    Warga RI Ogah Beli HP Baru, Nasib Pedagang Ponsel Miris!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Februari 2023Updated:17 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan riset IDC menyebutkan pasar smartphone Indonesia anjlok 14,3% pada 2022. Ini terjadi pertama kalinya setelah 13 tahun selalu mengalami pertumbuhan.

    Dalam laporan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, IDC juga mengatakan sepanjang 2022 ada 35 juta unit ponsel yang dikirimkan. Jumlah tersebut turun dari pengiriman 2021 yang mencapai 40,9 juta unit.

    Capaian buruk itu salah satunya terjadi karena ada hambatan pada rantai pasokan di tengah paruh pertama 2022. Masalah lainnya adalah penurunan daya beli konsumen sepanjang tahun lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Inflasi yang jadi pembicaraan sepanjang akhir tahun ternyata berdampak besar pada daya beli masyarakat. Khususnya, IDC mengatakan, terjadi pada mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah yang fokus pada pemenuhan kebutuhan primer.

    Selain itu ada juga faktor pengalihan pengeluaran masyarakat. Salah satunya adalah ke sektor transportasi karena mobilitas kembali tinggi.

    Namun kabar baiknya, tahun ini kemungkinan pasar smartphone Indonesia akan kembali stabil. Untuk skenario positif, Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst di IDC Indonesia memperkirakan pertumbuhannya masih satu digit.

    “Skenario yang lebih positif dapat membuka kemungkinan pertumbuhan kecil di angka satu digit, pada saat dunia berjuang melawan inflasi, pergerakan kurs, ketegangan geopolitik, dan kebijakan-kebijakan moneter,” jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (17/2/2023).

    Dia menjelaskan masyarakat masih berhati-hati untuk mengeluarkan uangnya pada smartphone. Ponsel dengan harga murah akan tertekan karena adanya pengalihan pengeluaran konsumen ke sektor lain.

    “Lain halnya dengan segmen-segmen premium yang diperkirakan akan lebih tahan banting karena adanya tendensi dari sisi konsumen untuk memiliki smartphone yang lebih tahan lama dan memiliki spesifikasi lebih baik. Di sisi lain, vendor-vendor smartphone juga berfokus untuk memperluas portofolio kelas atas mereka,” kata Vanessa.

    [Dexpert.co.id]

    (tib)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.