Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga RI Ogah Beli HP Baru, Bulan Puasa Dagang Ponsel Seret?
    Insight News

    Warga RI Ogah Beli HP Baru, Bulan Puasa Dagang Ponsel Seret?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Maret 2023Updated:24 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bulan Ramadan biasanya menjadi salah satu momentum bagi para pabrikan HP untuk menggelar diskon untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

    Pasalnya, masyarakat yang dapat THR biasanya berbelanja barang-barang baru, termasuk membeli HP untuk diri sendiri atau keluarga.

    Sepanjang tahun lalu, daya beli masyarakat untuk HP baru masih mengalami penurunan. Bagaimana dengan tahun ini?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam laporan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker dari perusahaan riset IDC, tahun ini pasar smartphone akan kembali stabil. Pada skenario positif, Associate Market Analyst IDC Indonesia, Vanessa Aurelia menjelaskan akan ada pertumbuhan satu digit.

    “Skenario yang lebih positif dapat membuka kemungkinan pertumbuhan kecil di angka satu digit, pada saat dunia berjuang melawan inflasi, pergerakan kurs, ketegangan geopolitik, dan kebijakan-kebijakan moneter,” jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (24/3/2023).

    Masyarakat masih akan berhati-hati untuk memilih mengeluarkan pendapat untuk membeli smartphone baru, ungkap Vanessa.

    Daya beli masyarakat yang menurun memang jadi masalah besar tahun lalu. Bahkan ini yang membuat pasar smartphone anjlok 14,3%.

    Penurunan tahun ini merupakan yang pertama kali setelah 13 tahun berturut-turut pasar smartphone Indonesia selalu bertumbuh.

    Jumlah unit yang dikirim tahun lalu juga turun. Dari 40,9 juta unit tahun 2021 menjadi hanya mengirim 35 juta unit pada tahun lalu.

    IDC mengungkapkan salah satu penyebabnya adalah inflasi yang terjadi tahun lalu. Faktor tersebut sangat berdampak khususnya pada masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah yang berfokus memenuhi kebutuhan primernya.

    Selain itu, masyarakat juga disebut melakukan pengalihan pengeluarannya. Salah satunya untuk sektor transportasi, karena mobilitas masyarakat yang kembali tinggi setelah kasus Covid-19 mulai melandai.

    Pasar smartphone juga menurun karena adanya hambatan rantai pasokan. Masalah tersebut tercatat terjadi pada paruh pertama tahun 2022 lalu.


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.