Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga RI Kecanduan, Duitnya Banyak Lari ke Asing
    Insight News

    Warga RI Kecanduan, Duitnya Banyak Lari ke Asing

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Oktober 2024Updated:2 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Industri game punya pasar yang sangat besar di Indonesia. Banyak warga RI yang memiliki minat tinggi untuk bermain game mobile.

    Sayangnya, sebagian besar atau 97% masih berasal dari luar negeri. Hal ini diungkap Dirjen IKP Kementerian Kominfo Prabu Revolusi, dalam program Profit CNBC Indonesia, beberapa saat lalu.

    “Karena faktanya 97 persen ekonomi digital di games itu larinya keluar semua nih. Hanya 3 persen saja yang masuk ke dalam,” kata dia.

    Dia menjelaskan Indonesia masih menjadi pasar game yang besar. Namun, industrinya belum sampai ke produsen atau ke pusat pengembangan game itu sendiri.

    “Masih orientasinya sebagai pasar, pengguna games. Kita belum masuk sebagai produser games, belum masuk sebagai distributor games. Lebih jauh lagi kita bahkan belum masuk sebagai pusat pengembangan atau riset games dunia,” jelasnya.

    Industri game harusnya bisa didorong untuk bisa lebih jauh lagi. Prabu mengatakan melalui investasi dan regulasi, jadi bisa membuat Indonesia bersaing dengan pemain lain dari global.

    Dengan mengembangkan industri game, akan ada dampak yang besar bagi Indonesia. Misalnya menumbuhkan ekonomi tanah air secara umum.

    “Bayangkan kalau 97& masuk ke dalam, jangan meluk-meluk deh, setengahnya aja masuk ke dalam. Itu sudah memberikan impact yang luar biasa pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara umum,” ujarnya.

    Dia juga menekankan sangat penting menciptakan regulasi yang memiliki fair playing field antar tiap stakeholder yang ada di sektor tersebut. Namun membuat pengaturan juga penuh dengan tantangan.

    Sebab industri teknologi berkembang dengan sangat pesat. Termasuk game yang mungkin akan berubah setiap waktunya.

    “Nah, itu sebabnya Kominfo pun sekarang memiliki inisiasi untuk bisa membuat semacam sandbox regulatory. Jadi kita membuat aturan, regulasi, cangkangnya dulu, sehingga proses pembangunan industri games ini bisa dilakukan di ekosistem berbatas,” kata Prabu.

    “Setelah fit in, baru kemudian kita tingkatkan status hukum regulasinya, sehingga bisa langsung catch up dengan pertumbuhan teknologi,” ujarnya menambahkan.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Better care for more people, Bridging the gaps in healthcare

    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.