Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga RI di Perbatasan Bakal Tinggalkan TV Malaysia-Singapura
    Insight News

    Warga RI di Perbatasan Bakal Tinggalkan TV Malaysia-Singapura

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 April 2023Updated:11 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah wilayah tengah berproses beralih dari TV analog ke TV digital. Namun bagaimana perkembangan TV baru di Indonesia ke depannya?

    Direktur Penyiaran Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia menjelaskan untuk saat ini pemerintah akan berfokus pada TV yang sudah ada. Mereka juga telah melakukan simulasi kapasitas infrastruktur Mux dengan jumlah TV di tanah air.

    “Kita mikirinnya membantu 695 TV nasional, harus kita amankan. Kita sudah simulasi ternyata harus dibangun berapa Mux untuk menampung TV analog,” kata Gery ditemui di Kantor Kementerian Kominfo beberapa waktu lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia menambahkan, “Kita mikirinnya membantu 695 TV nasional, harus kita amankan. Kita sudah simulasi ternyata harus dibangun berapa Mux untuk menampung TV analog”.

    Namun setelah dipetakan, belum tentu bisa langsung membuka TV baru. Menurutnya harus dipikirkan juga soal iklan yang masuk di suatu wilayah tersebut.

    Khusus di perbatasan, Gery menjelaskan pemerintah membuat kebijakan progresif. Yakni mendorong stasiun selain TVRI untuk bisa menayangkan konten di sana.

    Sejauh ini di wilayah perbatasan baru TVRI yang bersiaran dengan empat konten. Selain itu juga ada siaran dari TV tetangga.

    “TV berita dulu didorong di perbatasan, tanpa seleksi. Mumpung bentar lagi mau pemilu, karena orang perbatasan itu lihat TVRI ‘bosen’. Walaupun sekarang TVRI ada empat kontennya. Ada dari tetangga, kayak Singapura, Malaysia,” jelasnya.

    Sementara itu, dia juga menjelaskan kebijakan pemerintah soal TV baru dari kementerian/lembaga. Menurutnya jangan sampai tiap kementerian ataupun lembaga punya TVnya sendiri.

    Gery berkeinginan informasi dari pemerintah bisa masuk ke TVRI. Sebab contoh dari negara lain juga seperti itu dengan ada kanalnya sendiri.

    “Kita lihat di negara lain, BBC tuh ada buat pemerintah, parlemen, saya cenderung masukkan ke TVRI. Jadi di bawah TVRI, ada parlemennya kontennya dari teman-teman parlemen. Jangan lagi bikin TV di luar itu,” ungkap Gery.




    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.