Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga Pelosok RI Nikmati Internet 4G, Ini Pesan Menkominfo
    Insight News

    Warga Pelosok RI Nikmati Internet 4G, Ini Pesan Menkominfo

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Desember 2023Updated:30 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden RI Joko Widodo baru saja meresmikan pengoperasian BTS 4G di area blank spot, yakni Desa Bowombaru Utara, Talaud, Sulawesi Utara.

    Selain BTS 4G di sana, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo juga telah menyelesaikan 4.990 BTS 4G di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) hingga Desember 2023.

    Penyelesaian proyek BTS 4G yang sempat terhambat karena kasus korupsi akhirnya bisa rampung dalam waktu 4 bulan. Sisanya masih ada 628 BTS 4G yang akan diselesaikan pada semester-1 2024 di area kahar (force majeur) di pedalaman Papua.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bagi masyarakat wilayah 3T yang sudah menikmati koneksi internet, Menteri Komunikasi dan Informatika punya pesan khusus. Ia mengatakan tujuan utama pemerataan digital ini adalah meningkatkan produktivitas masyarakat agar memiliki peluang yang sama dengan warga perkotaan.

    “Tidak berhenti di infrastruktur, tetapi pemanfaatannya harusĀ maksimal. Misalnya untuk sekolah, kesehatan, dan ekonomi digital seperti e-commerce,” kata dia, Jumat (29/12/2023), di Bandara Soetta.

    Ia mengatakan penting bagi masyarakat 3T untuk memiliki akses terkoneksi di ruang digital. Budi Arie juga menggarisbawahi urgensi literasi digital agar dampak buruk dari internet bisa dipangkas.

    Lebih lanjut, Budi Arie mengakui kapasitas internet di area 3T masih terbatas. Sebagai contoh, BTS 4G di Bowombaru memiliki bandwidth 25Mbps untuk transmisi ke BTS lain dan 8Mbps untuk dimanfaatkan warga sekitar.

    Sementara itu, internet Satria-1 yang juga sudah beroperasi memiliki kapasitas 150Gbps untuk 37.000 titik. Padahal, menurut kajian, diperlukan kapasitas 1Tbps.

    “Yang paling penting semua terkoneksi dulu. Soal isu kapasitas, kecepatan, itu lain. Kita sadar internet Indonesia belum cepat. Kita lihat perkembangan teknologi dunia,” kata dia.

    Menurut dia, kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan harus menggunakan beberapa teknologi agar mencapai pemerataan internet di seluruh Indonesia.

    “Jadi nanti digabung teknologi fixed broadband, wireless, dan Satria. Desa 3T harus ditambah kecepatan internetnya,” ujar dia.



    Artikel Selanjutnya


    Cerita Murid Talaud Dulu Cuma Bisa Pakai HP di Pinggir Jalan

    (fab/fab)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.