Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga Ogah Beli HP, Merek China Tak Terkenal Malah Laku
    Insight News

    Warga Ogah Beli HP, Merek China Tak Terkenal Malah Laku

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Oktober 2023Updated:25 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Counterpoint Research merilis laporan terbaru pasar HP dunia untuk kuartal III-2023.

    Secara keseluruhan, volume penjualan HP secara global turun 8% YoY pada Q3 2023, yang merupakan kuartal kesembilan berturut-turut dengan catatan penurunan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam laporan tersebut, Samsung menjadi vendor HP teratas secara global, mengungguli pesaingnya, Apple. Samsung berhasil menguasai 20% pangsa pasar HP secara global. Meski demikian, penjualannya anjlok 13%.

    Sementara Apple berada di urutan kedua dengan pangsa pasar 16%. Penjualannya turun 9% YoY.

    Vendor asal China seperti Xiaomi (12%), Oppo (10%) dan vivo (8%) melengkapi posisi lima besar dalam daftar tersebut. Masing-masing mengalami penurunan penjualan, secara berurutan 15%, 10%, dan 14%.

    Pada kuartal ketiga, semua merek berupaya memperkuat posisi mereka di pasar-pasar utama seperti China dan India, sambil terus memperlambat upaya ekspansi di pasar luar negeri.

    Di tengah pasar HP global yang masih lesu, justru merek-merek China yang ‘kurang terkenal’ mengalami pertumbuhan. Honor, Huawei dan Transsion Group memperoleh pangsa pasar gabungan 34%. Merek-merek ini secara kolektif mencatat pertumbuhan 2% YoY. 

    Pertumbuhan Huawei didorong oleh peluncuran seri Mate 60 di China sementara pertumbuhan Honor didorong oleh kinerja yang kuat di luar negeri. Merek-merek Transsion juga terus berkembang dan memperoleh manfaat dari pemulihan pasar Timur Tengah dan Afrika (MEA).

    MEA adalah satu-satunya wilayah yang mencatat pertumbuhan YoY di Q3, berkat perbaikan indikator makroekonomi. Sebagian besar pasar negara maju, seperti Amerika Utara, Eropa Barat, dan Korea Selatan, mencatat penurunan tajam.

    “Namun, kami memperkirakan sebagian besar pasar negara maju akan bertumbuh di Q4 terutama karena dampak tertundanya peluncuran iPhone,” tulis laporan Counterpoint, dikutip dari laman resminya, Jumat (20/10/2023).

    Setelah bulan September yang kuat, firma riset itu memperkirakan momentum akan terus berlanjut hingga akhir tahun, dimulai dengan dampak penuh dari seri iPhone 15 bersamaan dengan datangnya musim perayaan di India, diikuti dengan acara penjualan 11.11 di China.

    Namun, pasar diperkirakan akan mengalami penurunan sepanjang tahun 2023, mencapai level terendah dalam dekade ini, sebagian besar disebabkan oleh perubahan pola penggantian perangkat, terutama di pasar negara maju.

    Adanya pemulihan negara-negara berkembang sebelum pasar global dan pertumbuhan merek-merek di luar lima besar menunjukkan adanya pergeseran dinamika dan peluang di pasar ponsel pintar global.


    Artikel Selanjutnya


    HP Android Lemot Bisa Ngebut Lagi, Simak Caranya

    (fab/fab)


    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.