Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Wapres Tolak Ulama Diganti AI, Beberkan Alasannya
    Insight News

    Wapres Tolak Ulama Diganti AI, Beberkan Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Januari 2024Updated:22 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Keberadaan artificial intelligence atau kecerdasan buatan kerap dikhawatirkan bisa menggantikan beberapa peranan yang dilakukan manusia sebelumnya. Namun Wakil Presiden Ma’aruf Amin menegaskan teknologi tersebut tak bakal menggantikan ulama saat membuat fatwa.

    Dia menjelaskan AI merupakan alat. Sementara fatwa dibuat oleh manusia jadi tidak mungkin dilakukan oleh alat.

    “Itu kan alat saja. Alat itu hanya memberikan, mengomunikasikan, atau menyebarluaskan, atau menginformasikan. Jadi, tidak bisa membuat fatwa,” kata Ma’aruf, dikutip dari laman resmi Kominfo, Senin (22/1/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Mufti itu orang. Jadi, tidak mungkin alat itu menjadi mufti,” imbuhnya.

    Selain itu, mufti juga harus memenuhi syarat tertentu. Karena perlu memahami dasar yang jadi pedoman dalam memberikan fatwa.

    Oleh karena itu, Ma’aruf kembali mengingatkan tidak bisa alat menjadi mufti. Alat, dia menjelaskan, digunakan untuk beberapa hal seperti memberikan informasi.

    “Oleh karena itu, alat tidak bisa menjadi mufti. Dia hanya mengembangkan, menyampaikan, menginformasikan. Jadi, nggak mungkin,” jelasnya.

    Sementara Rektor Universitas Brawijaya, Widodo mengatakan alat yang dimaksud akan membantu mufti dalam membuat sebuah fatwa. Misalnya dalam kerja sama universitas itu dengan kerja sama asing dalam pengembangan riset dan tools, digunakan untuk memanfaatkan autentikasi hal dan membantu memeriksa kehalalan dalam produk.

    “Alat ataupun sistem yang dikembangkan itu hanya tool, sarana untuk membantu mufti membuat fatwa. Kira-kira begitu,” ujar Widodo.



    Artikel Selanjutnya


    Video: Teknologi AI Mengintai, Industri Siap Beradaptasi?


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.