Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Wah! RI Diam-diam Lagi Bikin Vaksin Covid Pakai Telur Ayam
    Insight News

    Wah! RI Diam-diam Lagi Bikin Vaksin Covid Pakai Telur Ayam

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 November 2021Updated:5 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset dan Teknologi Nuklir Terapan (PRTNT), Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) bersama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan PT. Tekad Mandiri Citra (TMC) telah menyelesaikan uji praklinis vaksin pasif Covid-19, IgY.

    Menurut Kepala ORTN, Agus Sumaryanto, uji praklinis pada IgY adalah keberhasilan peneliti mencari solusi pada penanganan Covid-19.

    “Capaian ini juga menjadi bukti bahwa teknologi nuklir mempunyai peran dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat khususnya dalam penanganan Covid-19,” kata Agus, dikutip laman Batan, Jumat (5/11/2021).

    Peneliti PRTNT, Hendris Wongso mangatakan uji praklinis pada IgY ini dimulai pada September 2020. Unpad dan PT Tekad Mandiri Citra (TMC) berhasil memproduksi IgY spesifik jadi antibodi Covid-19.

    Dia menjelaskan metode yang digunakan untuk memurnikan adalah kromatografi afinitas. Menurutnya IgY juga terbukti bisa berinteraksi dengan protein spike virus saat uji imunoreaktivitas.

    “IgY yang dihasilkan dalam telur ayam SAN (Specific Antibody Negative) ini telah berhasil dimurnikan menggunakan metode kromatografi afinitas. Kemudian, IgY anti-Covid-19 ini juga telah terbukti dapat berinteraksi dengan antigen protein spike virus SARS-CoV-2 pada uji imunoreaktivitas,” jelasnya.

    Sementara itu, Hendris menjelaskan peranan teknologi nuklir. Yakni antibodi dari kuning telur ditandai dengan senyawa radioaktif (I-131) sering disebut dengan radiolabeling, setelah diberi label dengan senyawa radioaktif diujikan pada hewan percobaan dan dilakukan pengujian.

    Dari sana, hasilnya adalah IgY mampu terakumulasi pada organ vital yang jadi tempat virus menempel. Dnegan begitu diharapkan IgY dapat menetralisasi virus saat tubuh terinfeksi.

    Dia berharap ketersediaan vaksin pasif dapat menghambat virus bereplikasi pada orang yang terkena Covid-19.

    “Keberhasilan uji praklinis diharapkan mempercepat penanganan wabah Covid-19 di Indonesia melalui penyediaan vaksin pasif yang dapat menghambat replikasi virus pada orang yang terinfeksi,” kata dia.

    “Pasien dapat sembuh lebih cepat tanpa menimbulkan keparahan yang menyertai Covid-19. Selain itu, penelitian ini juga menjadi landasan bagi pengembangan diagnostik dan terapeutik berbasis IgY untuk penyakit infeksi dan kanker di Indonesia. Lebih jauh, teknik nuklir dalam uji praklinis juga dapat diaplikasikan pada berbagai kandidat obat lainnya, selain antibodi IgY”.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.