Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Wah! Perusahaan Besar Ini ‘Pecat’ Robot, Masih Butuh Manusia
    Insight News

    Wah! Perusahaan Besar Ini ‘Pecat’ Robot, Masih Butuh Manusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 November 2022Updated:22 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dengan kemajuan teknologi, sejumlah robot hadir menggantikan pekerjaan yang biasanya dilakukan manusia. Namun tak semudah itu menggantikan manusia, sebab sejumlah robot dikabarkan tak lolos masa ‘probation’ atau percobaan di kantornya.

    Misalnya saja Roxo, robot pengiriman jarak jauh ini dimatikan oleh FedEx Corp. Juru bicara perusahaan mengatakan keputusan tersebut untuk memprioritaskan beberapa ‘peluang jangka pendek’, dikutip dari The Star, Senin (21/11/2022).

    Amazon juga mengakhiri uji lapangan robot pengiriman rumah Scout. Menurut juru bicara perusahaan, Scout ‘dipecat’ karena beberapa pengalaman pengiriman unik tidak memenuhi kebutuhan pelanggan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    DoorDash juga menutup bisnis Chowbotics atau dikenal sebagai Sally sebagai robot pembuat salad pada musim panas. Sally hanya bertahan bekerja 18 bulan, setelah perusahaan resmi membelinya.

    “Sementara kami memperoleh wawasan berharga mengenai cara melayani pasar dengan lebih baik, kami menyimpulkan pendekatan saat ini tidak memenuhi ambang batas yang sangat tinggi untuk investasi berkelanjutan,” kata juru bicara DoorDash.

    Hal serupa juga terjadi pada robot pelayan di BurgerFi International, Patty. Dia diperkenalkan dalam pengujian di Florida pada Desember lalu, namun Patty hanya bertahan hampir satu tahun bekerja.

    Chief Technology Officer BurgerFi, Karl Goodhew mengatakan banyak pelanggan yang senang dilayani dengan Patty. Namun biaya penyebaran robot tersebut pada 120 restoran terlalu tinggi untuk nilai yang relatif marjinal.

    “Ternyata itu adalah investasi besar-besaran untuk sesuatu yang benar-benar merupakan sepasang tangan ekstra,” jelasnya. Akhirnya BurgerFi berinvestasi pada teknologi layanan pelayanan, seperti kios pemesanan sendiri dan bot yang menjawab telepon Becky.

    Rita di Chili’s Grill & bar juga akhirnya tidak jadi diluncurkan dan dianggap terlalu lambat mengikuti layanan. Robot itu bertugas mendudukan tamu, menyajikan makanan, mengatur meja dan menyanyikan Selamat Ulang Tahun.

    Keputusan diambil hanya empat bulan setelah operasional Rita diperluas dari 10 lokasi percobaan ke 51 restoran. “Kami akan menghentikan sejumlah proyek yang tidak memiliki pandangan untuk mengembalikan bisnis,” kata kepala eksekutif Brinker Kevin Hochman.

    Pada Juli lalu, kepala eksekutif McDonald’s Chris Kempczinksi mengatakan robot bukan solusi praktis untuk permintaan tenaga kerja di sebagian besar restoran. “Ekonomi tidak keluar, Anda tidak perlu punya jejak dan ada banyak investasi infrastruktur yang perlu dilakukan di sekitar utilitas Anda,” ungkapnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Daftar Pekerjaan yang Terancam Punah, Siap-siap Ganti Profesi

    (npb/roy)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.