Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Viral Megalodon Masih Berkeliaran di Bumi, Cek Faktanya
    Insight News

    Viral Megalodon Masih Berkeliaran di Bumi, Cek Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Agustus 2023Updated:16 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Setelah Film Meg 2: The Trench dirilis, keberadaan Megalodon menjadi perhatian.

    Lalu muncul pertanyaan, apa benar Megalodon atau spesies hiu raksasa yang sudah punah itu masih ada di Bumi?

    Belakangan, desas-desus keberadaan Megalodon disebarkan oleh sejumlah video di TikTok maupun YouTube. Namun, seorang mahasiswa doktoral Universitas Swansea, Jack Cooper memastikan hewan tersebut sudah punah.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Live Science mencatat hewan dengan nama ilmiah Otodus Megalodon itu pernah hidup di lautan pada 20 juta hingga 3,6 juta tahun lalu. Megalodon memiliki panjang hingga 18 meter dan memiliki ukuran gigi tiga kali lebih besar dari hiu putih raksasa.

    “Setiap klaim bahwa Megalodon berpotensi ada di wilayah laut yang belum dijelajahi adalah omong kosong berdasarkan bukti yang kredibel,” kata Cooper kepada Live Science, dikutip Rabu (16/8/2023).

    Salah satu alasannya adalah keberadaan Megalodon akan mengubah rantai makanan. Hiu raksasa itu merupakan predator puncak tertinggi dalam jaring makanan yang ada di lautan.

    Jika Megalodon masih hidup, populasi paus akan terkena dampak. Menurut dia, paus saat ini masih banyak karena predator yang memangsanya sudah punah.

    “Kepunahan Megalodon memiliki konsekuensi berjenjang. Paus, salah satu mangsa utamanya, menjadi lebih banyak,” jelasnya.

    Ia melanjutkan, beberapa mamalia laut terbesar saat ini seperti paus biru hanya berevolusi setelah Megalodon punah. Jadi, jaring makanan modern sebagian terbentuk karena Megalodon yang sudah tidak ada.

    Saat ini, para ilmuwan juga tengah mempelajari sejumlah wilayah lautan terdalam dan misterius yang belum terpetakan. Termasuk di antaranya adalah Palung Mariana dengan kedalam 10.935 meter.

    Kemungkinan Megalodon hidup di sana juga dibantah Cooper. Ia menilai hewan itu tidak akan mampu bertahan hidup pada lingkungan yang tak banyak mangsa.

    Sebab, Palung Mariana merupakan tempat tinggal bagi kehidupan makhluk kecil. Sementara, Megalodon butuh mangsa dengan ukuran besar.

    “Kami menemukan hiu laut di Palung Mariana dan tidak ada yang mendekati ukuran raksasa 20 meter. Karena Megalodon kemungkinan mencari mangsa berukuran besar, hewan kecil tidak menjadi sumber makanan yang tepat,” ungkapnya.

    (fab/fab)


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.