Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Valuasi 109,3 T, Startup Unicorn Kembaran Gojek PHK 500 Orang
    Insight News

    Valuasi 109,3 T, Startup Unicorn Kembaran Gojek PHK 500 Orang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Juli 2022Updated:29 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ola, startup unicorn ride-hailing asal India, dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Perusahaan kembaran Gojek itu kabarnya memangkas sekitar 400-500 orang karyawan.

    Keputusan merumahkan karyawan diambil demi memotong biaya secara signifikan. India Times mengutip laporan Times Now menuliskan PHK akan terjadi di seluruh departemen.

    Menurut sumber kepada Moneycontrol, manajer telah diminta membuat daftar karyawan Ola yang bisa diberhentikan. “Manajer kunci diminta untuk membuat daftar orang dari setiap tim minggu lalu yang bisa dilepaskan,” ujarnya, dikutip Jumat (29/7/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam laporan, Ola mempekerjakan 5.000 staf. Pemangkasan karyawan tersebut untuk berfokus pada tim dan kemampuan yang lebih ramping dan terkonsolidasi, termasuk skala dengan cara tanpa mengorbankan profitabilitas yang kuat.

    Keputusan ini terjadi saat adanya kekhawatiran mengenai pendanaan dan penundaan rencana pada startup asal Bengaluru itu. Selain juga hanya berselang beberapa hari setelah penutupan bisnis kendaraan bekas Ola Cars dan pengiriman makanan Ola Dash.

    Ola Cars hanya berusia 8 bulan sebelum akhirnya ditutup. Perusahaan pada akhirnya akan berfokus pada layanan kendaraan bermotor roda dua tenaga listrik dan layanan berbasis mobil.

    Sumber lain mengatakan memotong bisnis yang menggunakan metode membakar uang seperti Ola Dash dan melakukan PHK bisa memberikan lingkup operasional yang lebih banyak.

    Langkah ini juga mendorong potensi profitabilitas menjelang IPO. Sebelumnya Ola dilaporkan akan segera IPO pada akhir tahun 2022 atau awal 2023 mendatang.

    PHK massal sebelumnya juga telah terjadi di Ola pada Mei 2020. Saat itu jumlahnya sekitar 1.400 orang yang berasal dari layanan bisnis, jasa keuangan dan makanan. Keputusan PHK itu diambil karena pendapatan perusahaan anjlok 95% akibat pandemi, ungkap laporan Times Now.

    Ola adalah startup yang kerap disamakan dengan Gojek. Investor yang mendukung pun nyaris serupa yaitu Temasek dan Warburg Pincus, dengan tambahan SoftBank yang justru merupakan pendukung utama pesaing Gojek, Grab. Setelah pendanaan terakhir senilai US$139 juta pada akhir 2021, valuasi Ola diperkirakan mencapai US$7,3 miliar (Rp 109,3 triliun).

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    SpaceX Startup AS Paling Berharga, Serharga Ratusan Unicorn

    (dem)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.