Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Vaksin Booster Covid Astrazeneca vs Pfizer, Mana Lebih Baik?
    Insight News

    Vaksin Booster Covid Astrazeneca vs Pfizer, Mana Lebih Baik?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Agustus 2022Updated:13 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia telah menjalankan program vaksinasi booster dengan menggunakan 6 jenis vaksin. Di antaranya adalah AstraZeneca dan Pfizer, sebuah penelitian berusaha mengungkapkan vaksin yang lebih baik untuk dosis penguat.

    Penelitian di Brasil menemukan mereka yang mendapatkan dua dosis awal Sinovac dan mendapatkan booster dari vaksin platform vektor dan mRNA dapat melawan varian Omicron dan Delta.

    “Studi ini memberikan pilihan penting bagi pembuat kebijakan di banyak negara tempat vaksin menggunakan virus tidak aktif [Sinovac dan Sinopharm] telah digunakan,” kata pemimpin studi, Andrew Pollard yang juga direktur Oxford Vaccine Group seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, vaksin platform vektor digunakan pada AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Sementara itu, Pfizer dan Moderna untuk vaksin mRNA.

    Vaksin dengan vektor virus menggunakan versi lebih lemah dari virus lain untuk mengirimkan instruksi genetik. ini bertujuan agar membuat protein dari virus yang perlindungannya dicari.

    Sedangkan vaksin mRNA akan mengirimkan transkrip genetik dengan instruksi membuat protein virus. Dengan begitu dapat mengajari tubuh penerima vaksin untuk bertahan melawan infeksi.

    Penelitian tersebut juga meneliti terkait pemberian dosis ketiga menggunakan Sinovac. Hasilnya akan lebih baik jika dua dosis Sinovac dikombinasikan dengan jenis vaksin lain sebagai dosis booster.

    Penelitian itu dilakukan di Brasil dan Universitas Oxford. Tim peneliti melibatkan 1.240 sukarelawan dari kota Sao Paulo dan Salvador di Brasil untuk studi tersebut.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Warning Keras Bos Pfizer buat Orang yang Sudah Divaksin Penuh

    (npb)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.