Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Usai Registrasi SIM Card, Data KPU Juga Dilaporkan Bocor?
    Insight News

    Usai Registrasi SIM Card, Data KPU Juga Dilaporkan Bocor?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 September 2022Updated:11 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kembali data masyarakat Indonesia dilaporkan berhasil didapatkan oleh hacker. Yakni data 105 juta masyarakat Indonesia terkait pemilihan umum berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Informasi ini diunggah oleh akun Bjorka pada 6 September 2022 pada forum breached.to. Unggahan itu berjudul Indonesia Citizenship Database From KPU 105M.

    Data yang berhasil didapatkan adalah NIK, Kartu Keluarga, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, gender, hingga umur. Dalam data spoiler nampaknya data tersebut berasal dari wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bjorka juga mengungkapkan terdapat 2 juta sampel gratis yang dibagikan. Untuk seluruh datanya, akun itu menjualnya seharga US$5.000 atau Rp 74,4 juta.

    Pihak KPU sendiri sudah buka suara soal dugaan kebocoran dan penjualan data tersebut. Menurut Komisioner Betty Epsilon Idroos, data tersebut bukan yang dimiliki KPU.

    “Setelah kami analisa, koding yang dilakukan dalam situs yang dimaksud bukan merupakan data yang dimiliki KPU,” kata Epsilon Idroos dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (7/9/2022).

    Dia menambahkan masih melakukan koordinasi dengan tim satuan tugas keamanan siber KPU. Sistem informasi KPU juga dipastikan masih dalam keadaan kondusif.

    Bjorka merupakan akun yang sama membagikan kebocoran data 1,3 miliar data registrasi sim card sebelumnya. Selain itu juga sempat mengunggah pesan kepada Kementerian Kominfo untuk berhenti menjadi idiot.

    Data 1,3 miliar tersebut memiliki ukuran mencapai 87 GB dan dijual seharga US$500 ribu atau sekitar Rp 745,6 juta. Bjorka juga membagikan data sampel.

    Pihak Kementerian Kominfo sendiri telah bertemu dengan berbagai pihak. Termasuk diantaranya operator seluler dan Dukcapil Kementerian Dalam Negeri membahas masalah dugaan kebocoran data SIM Card tersebut.

    Dari 2.000.006 data sampel yang dibagikan disebutkan memiliki kemiripan dari 9% namun ada 15-20%. Namun data itu dilaporkan tidak sama.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Diksusi Internal TikTok Bocor, Sobat Donald Trump Raih Untung

    (npb/roy)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.