Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Usai PHK di Berbagai Negara, Harta Bos Shopee Raib Rp 250 T
    Insight News

    Usai PHK di Berbagai Negara, Harta Bos Shopee Raib Rp 250 T

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Oktober 2022Updated:1 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kabar induk perusahaan e-commerce Shopee, yakni Sea Ltd yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, masih menjadi topik hangat. Hal itu mengingat PHK dilakukan di beberapa negara wilayah operasi mereka.

    Adapun, pendiri dan CEO SEA Ltd Forrest Li pernah menyandang predikat orang terkaya di Singapura dengan harta kekayaan mencapai US$ 22 miliar atau setara Rp 319 triliun.

    Namun kini, berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Li tinggal US$ 4,7 miliar (Rp 68,15 triliun). Artinya kekayaannya telah menyusut sebesar Rp 250,85 triliun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hal tersebut imbas dari anjloknya harga saham SEA di bursa Amerika serikat yang membuat kapitalisasi pasar perusahaan sebesar US$ 1 triliun hilang yang akhirnya berdampak pada kekayaannya. Sentimennya mulai dari penutupan operasi Shopee di India dan Prancis hingga laporan keuangan yang mengecewakan.

    Pada kuartal pertama tahun lalu, Sea juga melaporkan kerugian bersih yang membengkak. Hal itu disebabkan karena perusahaan sedang mempercepat ekspansinya.

    Penurunan kekayaan Forrest Li ini menunjukkan kerentanan saham sektor teknologi. Peningkatan pesat kekayaan ini ditopang meningkatnya oleh tingginya permintaan untuk layanan perusahaan seperti e-commerce Shopee dan gim Garena selama pandemi.

    Namun ternyata ada ancaman perang Ukraina dan Rusia, serta kenaikan suku bunga acuan karena bank sentral akan berusaha untuk mengendalikan inflasi yang sudah naik.

    “SEA akan menghadapi tantangan yang meningkat pada tahun 2022,” kata Managing Director Blue Lotus Capital, Shawn Yang.

    Channel News Asia melaporkan perwakilan Sea menolak untuk berkomentar untuk masalah ini.

    Penurunan kekayaan bos perusahaan teknologi bukan hanya terjadi pada Forrest Li saja. Ada bos Zoom, Eric Yuan kehilangan kekayaan US$ 4,4 miliar serta Jeff Bezos pendiri Amazon yang penurunan kekayaan menjadi US$ 58 miliar.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ini Biang Kerok yang Buat Harta Bos Induk Shopee Raib Rp250 T

    (luc/luc)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.