Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»UMKM RI Butuh Duit Rp4.300 Triliun, Baru Ada Rp1.900 Triliun
    Insight News

    UMKM RI Butuh Duit Rp4.300 Triliun, Baru Ada Rp1.900 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juli 2023Updated:15 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kesenjangan pembiayaan UMKM diproyeksi akan meningkat. Hal ini bisa terjadi jika kondisi pasokan pendanaan tetap sama, tanpa kebijakan pendukung tambahan.

    Laporan ini diungkap dalam riset berjudul Studi Pasar dan Advokasi Kebijakan UMKM Indonesia, yang dilakukan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bekerja sama dengan EY Parthenon Indonesia.

    Lebih lanjut dalam studi ini, terdapat penemuan penting yakni kesenjangan pembiayaan akan terus melebar karena insentif untuk pendanaan masih kurang menarik, dibandingkan dengan pertumbuhan permintaan yang cepat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pelaku industri finansial membutuhkan insentif tambahan untuk mendorong peningkatan pasokan pembiayaan untuk UMKM.

    EY memproyeksikan total kebutuhan pembiayaan UMKM pada 2026 akan mencapai Rp 4.300 triliun dengan kemampuan supply hanya Rp 1.900 triliun. Artinya terdapat selisih atau gap sebesar Rp 2.400 triliun dari total kebutuhan pembiayaan.

    Partner EY Parthenon Indonesia, Strategy and Transactions Anugrah Pratama, mengatakan permintaan beserta supply bertumbuh dengan laju pertumbuhan yang hampir sama, yakni Compound Annual Growth Rate (CAGR) 7,2 persen dari tahun 2022 hingga 2026.

    Hal ini menyebabkan selisih pembiayaan juga bertumbuh dengan laju CAGR 7 persen, sehingga gap akan terus melebar dikarenakan laju pertumbuhannya yang masih positif.

    “Kesenjangan dapat terus melebar jika kondisi pasokan pembiayaannya tetap sama tanpa dibarengi kebijakan pendukung tambahan,” ujarnya saat konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (14/7/2023).

    Kesempatan Bagi Fintech

    Insentif pendanaan yang menarik, kata dia, dapat mendorong peningkatan pasokan pembiayaan tersebut. Dengan adanya hasil riset UMKM ini, fintech lending diharapkan bisa memainkan peranan yang lebih besar, karena aktivitas platformnya lebih cocok untuk UMKM, yakni mudah diakses.

    Sebab dalam riset ini menemukan kontribusi pembiayaan industri fintech lending pada 2026 diprediksi hanya sebesar 1 persen dari total suplai dan tumbuh dengan laju 0,1 persen.

    Sekretaris Jenderal AFPI, Sunu Widyatmoko mengungkapkan AFPI sebagai asosiasi yang menaungi penyelenggara Fintech P2P Lending, merasa perlu dilakukan pemetaan segmentasi UMKM untuk mengetahui lebih terperinci mengenai kondisi UMKM di tanah air sehingga dapat memberikan pendanaan yang tepat sasaran.

    Anggota AFPI, melalui pemanfaatan digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan penyaluran pembiayaan khususnya untuk menjangkau pasar unbanked dan underserved.

    “Dalam riset AFPI dan EY, dirasa perlu menambahkan elemen literasi digital dan literasi keuangan, untuk memperkuat segmentasi UMKM yang sudah ada selama ini,” kata Sunu dalam kesempatan yang sama.


    Artikel Selanjutnya


    Orang Bisa Utang ke Puluhan Pinjol, Fintech Lakukan Ini

    (dem)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.