Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ular Angkasa Tertangkap Kamera Menjalar di Permukaan Matahari
    Insight News

    Ular Angkasa Tertangkap Kamera Menjalar di Permukaan Matahari

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 November 2022Updated:22 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Fenomena menarik terjadi di Matahari baru-baru ini. Ular angkasa tertangkap kamera merayap di permukaan Matahari. Apa ular asli?

    Keberadaan ‘ular’ ini ditangkap oleh Solar Orbiter Badan Antariksa Eropa. Terlihat tabung gas atmosfer yang dingin ditembakkan oleh medan magnet menyerupai ular melilit pusat tata surya itu.

    Fenomena tersebut dipotret dalam citra ultraviolet ekstrem, melihat proses energi intens yang terjadi di atmosfer Matahari. Gambar diambil selama tiga jam dan memperkirakan ‘ular’ itu bergerak dengan kecepatan 170 kilometer per detik.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    IFL Science menjelaskan seluruh gas di atmosfer Matahari merupakan plasma. Karena suhunya mencapai lebih dari satu juta derajat Celcius, elektron pun terlepas dari atom.

    Namun beberapa bagian lebih panas dari yang lain. Bagian yang lebih dingin ini yang membentuk ular. Plasma dingin seperti bergerak melintas permukaan.

    “Anda mendapatkan plasma mengalir satu sisi ke sisi lain, namun medan magnetnya benar-benar acak. Jadi Anda mendapatkan perubahan arah ini karena kami melihat ke bawah pada struktur yang bengkok,” jelas pemimpin penelitian, David Long dikutip IFL Science, Selasa (22/11/2022).

    Kemudian titik asal ‘ular’ dan filamen meletus atau dikenal sebagai coronal mass ejections dan saat terjadi plasma dalam jumlah besar terhempas ke antariksa. Jika menghantam Bumi, bisa menyebabkan badai geomagnetik.

    Lokasi ular, filamen, dan coronal mass ejection menjadi satu dan terlalu kebetulan. Saat ini tim peneliti sedang menyelidiki cara ketiganya terkait.

    Energetic Particle Detector dari Solar Orbiter sedang aktif saat lontaran terjadi. Ini mencatat peristiwa partikel energik Matahari paling intens yang pernah tercatat.

    Saat letusan terjadi, Parker Solar Probe NASA juga ikut tersapu. Hal tersebut memberikan pandangan dari peristiwa tersebut saat mengorbit lebih dekat ke Matahari, artinya dapat mengukur letusan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ahli Prediksi Sisa Umur Matahari, Berapa Lama Lagi?

    (dem)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.