Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Twitter Digugat! Nunggak Sewa Kantor Rp 2 Miliar
    Insight News

    Twitter Digugat! Nunggak Sewa Kantor Rp 2 Miliar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Januari 2023Updated:2 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Twitter menunggak bayar sewa kantor sebesar US$136.250 atau Rp 2,12 miliar. Karena tunggakan itu, raksasa media sosial juga diseret ke pengadilan tinggi Negara Bagian California.

    Kantor bermasalah tersebut berada di lantai 30 Gedung Hartfrod, San Francisco. Pemiliknya, Columbia Reit – 650 California LLC mengatakan telah memberitahu Twitter soal batas pembayaran dalam lima hari sejak 16 Desember 2022.

    Menurut Columbia Reit dalam pengaduannya, Twitter gagal mematuhi kewajibannya, dikutip dari Bloomberg, Senin (2/12/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Gugatan kali ini juga bukan pertama bagi Twitter. Sebab awal bulan lalu, perusahaan juga digugat karena menolak membayar dua penerbangan yang mereka charter.

    Twitter tidak menanggapi permintaan komentar. Sebagai informasi, posisi departemen media di perusahaan itu sudah tidak ada sejak beberapa waktu terakhir.

    Dalam laporan New York Times 13 Desember 2022 lalu, Twitter disebut belum membayar sewa sejumlah kantornya dalam beberapa minggu. Setelah kantornya di Seattle dilaporkan tutup permanen, kini kantornya di San Francisco malah belum bayar uang sewa.

    Elon Musk, pemilik baru Twitter, dilaporkan tengah berusaha melakukan negosiasi ulang soal kontrak kantor tersebut. Pemilik gedung Twitter di San Fransisco, Shorenstein juga disebut melaporkan Twitter ke otoritas setempat karena tunggakan bayar sewa tersebut.

    Sebelumnya, Musk pernah mengatakan pendapatan perusahaan berlogo burung itu merosot. Ini terjadi setelah dia membeli Twitter senilai US$44 miliar atau sekitar Rp 684 miliar.

    Menurutnya, penurunan pendapatan diakibatkan kampanye para aktivis yang menekan pemasang iklan. Namun meski banyak perusahaan yang berhenti beriklan, sejumlah perusahaan besar seperti Apple dan Amazon telah kembali memasang iklan.

    Twitter juga berusaha mendapatkan pendapatan baru. Yakni dengan meluncurkan ulang layanan berlangganan, Twitter Blue.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Momen Unik Elon Musk Tenteng Wastafel ke Markas Twitter

    (tib)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.