Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Twitter Blokir Akun ‘Rival’ Tempat Kabur Penggunanya
    Insight News

    Twitter Blokir Akun ‘Rival’ Tempat Kabur Penggunanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Desember 2022Updated:18 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Twitter memblokir akun dan link dari kompetitornya, Mastodon. Ini terjadi hanya satu hari setelah membuat kebijakan baru untuk menjelaskan mengenai larangan akun yang melacak jet pribadi Elon Musk.

    Sebelum akunnya ditangguhkan, Mastodon melalui @joinmastodon membagikan link akun pelacakan jet di layanannya sendiri.

    Bukan hanya akun yang diblokir, Twitter juga menutup akses link Mastodon. Tech Crunch melaporkan tautan tersebut ditandai sebagai ‘potentially harmful’ atau berpotensi berbahaya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Banyak pengguna yang menambahkan link profil Mastodon mereka pada bio di akun Twitter. Namun sekarang tidak ada yang bisa diakses dan terdapat pemberitahuan ‘Warning: this link may be unsafe’ (Peringatan: tautan ini mungkin tidak aman), dikutip dari Tech Crunch, Jumat (16/12/2022).

    Mulai pukul 20:00 PT, Tech Crunch melaporkan lebih banyak link yang diblokir termasuk journa.host dan SciComm.xyz.

    Nama Mastodon memang langsung meroket setelah Twitter dimiliki Elon Musk dan mulai ‘diacak-acak’ oleh miliarder itu. Tercatat media sosial Jerman yang tersedentralisasi langsung dibanjiri banyak pengguna baru.

    November lalu, pendiri Eugen Rochko mengumumkan Mastodon sudah memiliki lebih dari 1 juta pengguna aktif bulanan. Jumlah itu memang belum sebanding dengan Twitter yang memiliki 238 juta pengguna aktif harian.

    Namun lonjakan dalam hitungan hari itu cukup mengejutkan. Misalnya saja pakar media sosial University of Massachusetts, Ethan Zuckerman yang mendapatkan pengikut baru dalam seminggu lebih banyak dari lima tahun sebelumnya.

    Pertumbuhan Mastodon tercatat 60-80 pengguna baru perjam sebelum Musk resmi membeli Twitter. Namun sejak bulan lalu meroket menjadi 3.568 registrasi baru per jamnya.

    Mastodon beroperasi berbeda dengan Twitter atau raksasa jejaring sosial lainnya Facebook, yang dikendalikan satu perusahaan. Platform itu diinstal ribuan server komputer dengan sebagian besarnya dijalankan oleh administrator sukarela yang telah menggabungkan sistem bersama dalam sebuah federasi.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Gaya Santai Parag Agrawal, CEO Twitter yang Dipecat Elon Musk


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.