Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TV China Jajah RI, Xiaomi Terancam Merek Tak Terkenal
    Insight News

    TV China Jajah RI, Xiaomi Terancam Merek Tak Terkenal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Mei 2024Updated:22 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Xiaomi mesti bersiap mendapat pesaing baru dari perusahaan yang sama-sama berasal dari China, yakni Infinix, khususnya di bidang Internet of Things (IoT).

    Pasalnya, Infinix tahun ini tidak hanya menjual HP saja tapi juga akan mengembangkan bisnis baru untuk memperluas ekosistemnya. Salah satu bisnis yang akan diperkuat oleh Infinix adalah IoT.

    “Kami ada IoT kemarin jualan TV juga ini yang kami perkuat, jadi nggak cuma HP tapi juga ekosistem dari produk Infinix yang bakal kita ekspansi di tahun ini,” kata Head of Marketing Infinix Indonesia, Sergio Ticoalu saat ditemui usai peluncuran Infinix GT 20 Pro 5G di Jakarta, Selasa (21/5/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Strategi pabrikan HP merambah pasar IoT sudah lebih dulu dilancarkan Xiaomi. Agaknya, Infinix mengikuti pabrikan ‘senior’ tersebut untuk menggaet pasar RI. Meski merek Infinix belum sebesar Xiaomi, tetapi posisinya di pasar HP Tanah Air mulai menunjukkan taring. 

    Laporan Q1 2024 dari IDC menunjukkan Transsion yang merupakan induk Infinix sudah mengalahkan Xiaomi dengan menduduki posisi ketiga sebagai pabrikan HP terbesar di Indonesia.

    Bukan tak mungkin keberhasilan Infinix di pasar HP akan terulang di sektor IoT termasuk TV, jika Xiaomi lengah menghadapi persaingan.

    Produk IoT Xiaomi Moncer

    Xiaomi yang sudah lebih dulu mengembangkan IoT menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan margin laba kotor sepanjang 2023. Dalam laporan pendapatan yang diungkap Maret lalu, jumlah perangkat IoT yang terhubung pada platform AIoT mencapai rekor tertinggi, dan mendapat pengakuan di pasar luar negeri.

    Pada 2023, pendapatan dari produk IoT dan gaya hidup Xiaomi mencapai RMB80,1 miliar dan margin laba kotor mencapai 16,3%, mencapai rekor tertinggi.

    Per 31 Desember 2023, jumlah perangkat IoT yang terhubung (tidak termasuk smartphone, tablet, dan laptop) pada platform AIoT Xiaomi mencapai 739,7 juta, naik 25,5% YoY.

    Sementara jumlah pengguna yang memiliki lima perangkat atau lebih yang terhubung ke platform AIoT (tidak termasuk smartphone, tablet, dan laptop) mencapai 14,5 juta, meningkat sebesar 25,3% YoY.

    Pengguna aktif bulanan Aplikasi Mi Home Grup tumbuh menjadi 85,8 juta pada Desember 2023.

    Xiaomi juga terus memperluas produk smart living mereka. Seperti Xiaomi TV yang mengembangkan strategi premium. Menurut All View Cloud, pada 2023, pengiriman TV Xiaomi berada di peringkat lima besar secara global.




    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.