Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tutorial Pembajakan WA Merajalela, Ini Rahasia Biar Selamat
    Insight News

    Tutorial Pembajakan WA Merajalela, Ini Rahasia Biar Selamat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Maret 2022Updated:20 Maret 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menjadi salah satu aplikasi pesan singkat populer yang banyak digunakan orang untuk berkomunikasi sehari-hari, WhatsApp seringkali menjadi sasaran empuk bagi para tangan jahil hingga modus kejahatan.

    Salah satu aksi kejahatan yang sering dilakukan kepada aplikasi milik Meta tersebut adalah penyadapan percakapan, pembajakan, menguntit, dan lain sebagainya.

    Lalu mengapa hal tersebut bisa terjadi?

    Menurut Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (The Malaysian Communications and Multimedia Commission/MCMC), pembajakan akun WhatsApp biasanya sukses jika korban membocorkan enam digit kode verifikasi.

    Kode ini akan diterima pengguna ketika ada upaya untuk mengubah nomor telepon terkait dengan akun mereka yang dikirimkan via SMS.

    Sementara modus yang dilakukan salah satunya adalah scammer menghubungi calon korban yang menyamar sebagai individu atau usaha yang mengklaim telah salah memasukkan nomor telepon korban saat mencoba menyelesaikan transaksi online. Akibatnya kode otorisasi transaksi itu telah telah dikirim ke telepon korban dan memohon untuk memberi tahu kode tersebut.

    “Permintaan dikirimkan kode verifikasi ini bahkan bisa datang dari anggota keluarga atau teman korban melalui akun yang telah dibajak oleh penipu,” kata MCMC, dikutip oleh The Star.

    Taktik ini biasanya menyesatkan korban dengan berpikir bahwa mereka mengirimkan TAC (kode otorisasi transaksi) yang tidak terkait kepada penipu. Padahal sebenarnya mereka menyerahkan kode verifikasi enam digit ke akun WhatsApp korban sendiri.

    Lalu, bagaimana cara agar tidak tertipu oleh aksi pembajakan ini?

    Pengguna WhatsApp patut curiga terhadap setiap upaya mendapatkan kode verifikasi enam digit. MCMC mengingatkan pentingnya untuk tidak mengungkapkan kode tersebut kepada orang lain untuk mencegah pembajakan akun.

    Selain itu pengguna juga harus mengaktifkan verifikasi di WhatsApp. Termasuk menggunakan nomor PIN yang lebih rumit untuk kotak surat suara mereka sebagai tindakan keamanan tambahan.

    Menurut FAQ oleh WhatsApp, pengguna mungkin dikirimi kode verifikasi melalui SMS, meskipun tidak diminta, karena sejumlah alasan. WhatsApp mengatakan ini bisa terjadi karena seseorang salah mengetik nomornya sendiri, atau peretas mencoba mengambil alih akun orang tersebut.

    Tanpa kode, peretas tidak akan dapat menyelesaikan proses verifikasi. Ini bisa mencegah akun dibajak.

    Namun, jika pembajak telah mengambil alih akun, pengguna harus masuk ke WhatsApp dengan nomor telepon dan memverifikasi nomor telepon dengan memasukkan kode enam digit yang diterima melalui SMS.

    Setelah memasukkan kode SMS enam digit, hacker yang menggunakan akun tersebut akan keluar secara otomatis.

    Pengguna mungkin juga diminta untuk memberikan kode verifikasi dua langkah. Jika tidak mengetahui kode ini, pembajak yang menggunakan akun pengguna mungkin telah mengaktifkan verifikasi dua langkah.

    Sayangnya, menurut FAQ WhatsApp, pengguna harus menunggu tujuh hari sebelum dapat masuk tanpa kode verifikasi dua langkah.

    [Dexpert.co.id]

    (tfa/tfa)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.