Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tsunami Dahsyat 24 Meter Mengancam AS, Peneliti Ungkap Fakta Ngeri
    Insight News

    Tsunami Dahsyat 24 Meter Mengancam AS, Peneliti Ungkap Fakta Ngeri

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juni 2024Updated:14 Juni 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika diancam gempa bumi dahsyat dan tsunami setinggi 24 meter, dengan titik yang berada di lepas pantai Pasifik.

    Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah memperingatkan tentang potensi Zona Subduksi Cascadia, patahan megathrust yang membentang di lepas pantai dari utara Pulau Vancouver hingga Cape Mendocino, California.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ketika patahan terjadi lagi, maka kejadian gempa bumi yang berpotensi tsunami akan mengubah kehidupan di Oregon, Washington, dan California Utara.

    Namun yang menjadi perhatian para ilmuwan adalah munculnya sinyal-sinyal gempa bumi besar dalam sejarah geologi di kawasan tersebut. Peneliti telah mencari petunjuk mengenai “gempa besar” terakhir yakni gempa bumi berkekuatan 8,7 skala Richter pada tahun 1700.

    Mereka mengumpulkan sejarah peristiwa tersebut menggunakan catatan tsunami berabad-abad lalu, sejarah lisan penduduk asli Amerika, bukti fisik di hutan yang tenggelam oleh air asin dan peta patahan yang terbatas. Tapi belum ada yang memetakan struktur patahan tersebut secara komprehensi hingga saat ini.

    Terbaru, sebuah penelitian diterbitkan di jurnal Science Advances menggambarkan data yang dikumpulkan selama perjalanan penelitian selama 41 hari dari sebuah kapal yang menelusuri sepanjang patahan untuk ‘mendengarkan’ dasar laut dan mengumpulkan sebuah gambar.

    Tim menyelesaikan peta rinci lebih dari 885km zona subduksi, hingga perbatasan Oregon-California.

    Mengutip NBCNews, penelitian ini akan memberi para pemodel pandangan yang lebih tajam tentang kemungkinan dampak gempa megathrust di sana, sebuah istilah untuk gempa yang terjadi di zona subduksi, di mana satu lempeng tektonik terdorong ke bawah lempeng lainnya.

    Hal ini juga akan memberikan para perencana sebuah pandangan yang lebih dekat dan terlokalisasi mengenai risiko-risiko yang menimpa masyarakat di sepanjang pesisir barat laut Pasifik dan dapat membantu membuat standar pembangunan bangunan akibat gempa.

    “Ini seperti memakai gelas botol minuman bersoda dan kemudian melepas gelasnya dan Anda mendapatkan resep yang tepat,” kata Suzanne Carbotte, penulis utama makalah tersebut dan ahli geofisika kelautan dan profesor riset Lamont-Doherty Earth Observatory Universitas Columbia.

    “Sebelumnya kami memiliki tampilan resolusi rendah yang sangat kabur,” imbuhnya.

    Para ilmuwan menemukan bahwa zona subduksi jauh lebih kompleks daripada yang mereka pahami sebelumnya. Zona ini terbagi menjadi empat segmen yang diyakini para peneliti dapat pecah satu per satu atau secara bersamaan sekaligus.

    Segmen-segmen tersebut mempunyai jenis batuan yang berbeda-beda dan karakteristik seismik yang berbeda-beda, yang berarti beberapa segmen mungkin lebih berbahaya dibandingkan segmen lainnya.

    Harold Tobin, salah satu penulis makalah ini mengatakan bahwa meskipun data tersebut dapat membantu menyempurnakan proyeksi, hal ini tidak mengubah kenyataan adanya patahan di Pacific Northwest.

    “Kita mempunyai potensi terjadinya gempa bumi dan tsunami sebesar yang pernah kita alami di planet ini,” kata Tobin, yang juga seorang profesor di Universitas Washington.

    “Cascadia tampaknya mampu menghasilkan magnitudo 9 atau sedikit lebih kecil atau lebih besar,” imbuhnya.

    Gempa sekuat itu dapat menimbulkan guncangan yang berlangsung sekitar lima menit dan menimbulkan gelombang tsunami setinggi 24 meter. Bencana alam ini akan merusak lebih dari setengah juta bangunan.

    Baik Oregon maupun Washington dinilai tidak cukup siap untuk menghadapi kejadian tersebut.


    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.