Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tren Baru di China, Orang Meninggal Hidup Kembali Segini Biayanya
    Insight News

    Tren Baru di China, Orang Meninggal Hidup Kembali Segini Biayanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Mei 2024Updated:13 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Teknologi kecerdasan buatan atau AI mengembangkan tren baru di China, yakni ‘menghidupkan’ kembali orang yang sudah meninggal.

    Menurut laporan dari The Week, makin banyak orang di China yang membeli avatar AI orang yang sudah meninggal untuk membantu memproses kesedihan mereka.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pendiri SenseTime Tang Xiao’ou mengumumkan layanan dari ‘luar kubur’ sebagai tiruan digital. Layanan AI tersebut dilatih menggunakan program pembelajaran mesin model bahasa besar (large language model machine learning programme) lewat klip video dan audio Tang.

    Hanya dengan 20 yuan (Rp 44 ribu) orang bisa membuat avatar digital bergerak dari orang yang mereka cintai.

    Menurut MIT Technology Review, teknologi ini memang belum sempurna, karena avatar masih kaku dan seperti robot. Namun teknologi tersebut semakin matang, dan semakin banyak pilihan alat yang tersedia melalui lebih banyak perusahaan.

    Ketika avatar terlihat makin “hidup” dan memberikan lebih sedikit jawaban di luar karakter, maka lebih mudah bagi pengguna untuk memperlakukannya sebagai anggota keluarga mereka yang telah meninggal.

    Penyanyi Taiwan Bao Xiaobai menggunakan AI untuk “menghidupkan kembali” putrinya yang berusia 22 tahun, yang meninggal pada tahun 2022. Shine melaporkan bahwa dia menghabiskan lebih dari satu tahun bereksperimen dengan teknologi tersebut sebelum membuat video putrinya menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk dirinya. Ia menyebut bahwa AI adalah alat untuk mengungkapkan kerinduan, cara untuk mengungkapkan rasa rindu pada seseorang”.

    Avatar AI ini sudah menjadi bisnis besar di China. Pasar untuk “manusia digital” bernilai 12 miliar yuan (Rp 26 triliun) pada tahun 2022 dan diperkirakan akan meningkat empat kali lipat pada 2025. Namun tren ini menimbulkan sejumlah pertanyaan dari segi etika dan hukum.

    Seperti misalnya, para pengguna media sosial menyebarkan rekaman lama penyanyi Qiao Renliang, yang meninggal karena bunuh diri pada 2016, untuk membuat konten baru yang dibintanginya. Dalam salah satu video, tiruan AI dari Qiao berkata “Sebenarnya, saya tidak pernah benar-benar pergi.”

    Namun orang tua Qiao mengatakan video itu dibuat tanpa persetujuan keluarga dan pengacara mengatakan konten semacam itu harus dilarang jika mengganggu mental keluarga almarhum.

    Yang lain mempertanyakan apakah berinteraksi dengan replika AI orang meninggal adalah cara yang sehat untuk memproses kesedihan.

    “Masih belum jelas apa dampak hukum dan etika dari teknologi ini,” kata MIT Technology Review.



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.