Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Traveloka Tutup Layanan e-Grocery Padahal Baru Buka 6 Bulan
    Insight News

    Traveloka Tutup Layanan e-Grocery Padahal Baru Buka 6 Bulan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Agustus 2022Updated:26 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Traveloka berencana menutup layanan e-grocery Traveloka Mart. Padahal layanan ini baru meluncur Maret 2022, artinya baru 6 bulan sejak beroperasi.

    Traveloka juga telah buka suara terkait hal ini. Menurut perusahaan penghentian layanan Mart merupakan bagian dari strategi bisnis.

    “Dapat kami informasikan bahwa kami akan memberhentikan layanan Traveloka Mart sebagai bagian dari strategi bisnis dan prioritas perusahaan,” kata pihak Traveloka dalam keterangan resminya, Kamis (25/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pihak perusahaan menambahkan proses transisi akan dilakukan sesuai aturan yang ada. Selain itu juga menambahkan akan berkoordinasi dengan mitra layanan.

    “Selama proses pemberhentian layanan, para karyawan, mitra, dan pengguna tetap menjadi fokus utama kami untuk memastikan transisi berjalan dengan baik sesuai aturan yang berlaku,” jelas Traveloka.

    “Kami akan terus berkoordinasi dengan para mitra dan menyediakan dukungan dalam proses pemberhentian layanan Traveloka Mart ini”.

    Penutupan ini hanya berselang satu bulan sejak Traveloka mendapatkan investor baru dari Thailand. Pada 26 juli 2022, Traveloka menandatangan kesepakatan dengan PTT Oil and Retail Business Public Company (OR). OR yang merupakan ritel BUMN Migas itu berinvestasi lewat PTTOR International Holdings (Singapore) Pte. Ltd.

    Saat itu, President dan Chief Executive Officer OR, Jiraphon Kawswat mengatakan sektor perjalanan jadi fokus perusahaannya karena menjadi salah satu kontributor ekonomi utama Thailand, seperti dikutip Kaohoo International.

    Traveloka Mart merupakan salah satu dari sekian banyak pemain e-grocery dan quick commerce di Indonesia. Bisnis ini dihuni oleh sejumlah pemain besar seperti Allo Fresh dan startup seperti Astro dan Bananas. Selain itu, ada juga pemain lama seperti SayurBox dan TaniHub.

    Penutupan Traveloka Mart mengikuti tren nasib buruk pemain q-commerce. Beberapa layanan di luar negeri memutuskan melakukan PHK pada karyawannya.

    Ini terjadi pada Getir dan Gorillas, dan juga Zapp yang merencanakan melakukan pengurangan tim di Inggris. Getir, perusahaan asal Turki dilaporkan mengurangi 14% dari jumlah karyawan globalnya.

    Sedangkan Gorillas memangkas 300 karyawannya. Perusahaan asal Berlin itu juga mengevaluasi opsi keluar dari pasar Italia, Spanyol, Denmark, dan Belgia, juga mengalihkan fokus pasar ke wilayah yang lebih menguntungkan seperti AS, Inggris, dan Jerman.


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.