Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Transformasi Digital di RI Butuh Banyak Talenta
    Insight News

    Transformasi Digital di RI Butuh Banyak Talenta

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 September 2022Updated:24 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Transformasi digital Indonesia dinilai menghadapi tantangan kekurangan talenta/SDM digital. Direktur Digital Bisnis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Muhamad Fajrin Rasyid menyebut saat ini permintaan industri ICT terhadap talenta digital sangat tinggi dan melampaui dari talenta yang ada dan tersedia.

    “Indonesia saat ini kekurangan talenta digital yang mengancam pertumbuhan industri teknologi dengan prakiraan unrealized output senilai US$ 21,8 miliar,” jelas Fajrin dikutip dari keterangan resmi, Jumat (23/9/2022).

    Mengutip Bank Dunia, Fajrin memaparkan, pertumbuhan pesat sektor teknologi sepanjang 2015 hingga 2030 akan membuat Indonesia kekurangan 9 juta tenaga terlatih dan semi terlatih di bidang teknologi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, setidaknya pada 2018 sebanyak 1.000 perusahaan teknologi aktif mencari talenta digital. Angka perusahaan tersebut justru meningkat 5 kali lipat dari 2017. Menurut dia, data dari kementerian menunjukkan adanya kekurangan terhadap kebutuhan talenta teknologi sebanyak 600 ribu per tahun.

    Dia memaparkan, Telkom berkomitmen mendukung pengembangan inovasi dan talenta digital Indonesia. Setidaknya ada tiga wadah inkubasi Telkom untuk menampung dan mengembangkan ide inovasi dari internal maupun eksternal, seperti Tribe, Amoeba, dan Indigo.

    “Selanjutnya ide yang telah diinkubasi dan dikembangkan oleh startup akan dibantu dalam mengelola dana serta mendorong perusahaan startup tersebut untuk menemukan investor melalui corporate modal ventura, MDI Ventures,” kata dia.

    Diketahui saat ini MDI memiliki Assets Under Management (AUM) sebesar US$ 830 juta dan lebih dari 70 portofolio, di mana tiga di antaranya menjadi unicorn dan 11 di antaranya sudah melewati tahap investment akhir (IPO dan M&A).

    Menurut Fajrin, keberhasilan transformasi digital membutuhkan perubahan pola pikir yang radikal pada bisnis, digitalisasi, dan para talenta. Keberhasilan transformasi digital juga membutuhkan prasyarat, yakni fokus pada kebutuhan konsumen.

    “Jangan merasa terlalu nyaman dengan bisnis inti, jangan menolak terhadap perubahan, jangan terlalu lambat berinovasi, dan jangan takut dengan risiko,” tegas dia.

    “Selain itu dibutuhkan strategi bisnis yang tepat, andalkan rekomendasi staf internal apa yang dibutuhkan dan yang tidak dibutuhkan dalam operasional sehari-hari, masukan pelanggan dibutuhkan untuk customer experience, budaya agile startup menjadi kebutuhan, dan pastikan transformasi digital yang dilakukan tidak menggantikan tenaga kerja,” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Jelang Lebaran, TelkomGroup Pastikan Layanan Tetap Prima

    (rah/rah)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.