Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tokopedia Pungut Rp 1.000 Per Transaksi Biar GoTo Untung?
    Insight News

    Tokopedia Pungut Rp 1.000 Per Transaksi Biar GoTo Untung?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Agustus 2022Updated:5 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id  – Salah satu e-commerce terbesar, Tokopedia, mengenakan biaya tambahan untuk pembelian barang online yaitu jasa aplikasi dan jasa layanan, masing-masing Rp1.000 setiap transaksi.

    Head of External Communications Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengatakan Tokopedia terus berupaya meningkatkan kualitas pengalaman pengguna.

    Salah satu caranya adalah dengan menerapkan biaya jasa aplikasi sebesar Rp1.000 per 3 Agustus 2022 untuk setiap transaksi produk fisik melalui situs maupun aplikasi Tokopedia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ia menegaskan biaya jasa aplikasi tidak berlaku untuk transaksi produk keuangan, produk digital, TopAds, zakat dan donasi.

    “Kecuali transaksi pembulatan emas, donasi atau pulsa yang disertakan dalam pembelian produk fisik,” kata Ekhel kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (5/8/2022).

    Sementara untuk biaya layanan diberlakukan di setiap transaksi yang menggunakan metode pembayaran instan melalui KlikBCA, BCA Klikpay, BRImo, CIMB Clicks, Jenius Pay, JakOne, LinkAja, Direct Debit BRI, OneKlik, Direct Debit Mandiri, dan OCTO Cash by CIMB Niaga.

    “Biaya layanan berbeda dan terpisah dari biaya jasa aplikasi. Biaya jasa aplikasi dikenakan untuk semua metode pembayaran,” tulis Tokopedia pada website resminya.

    Artinya, jika pembeli membayar menggunakan salah satu metode di atas, misalnya KlikBCA, ia harus membayar Rp 2.000 yaitu biaya aplikasi ditambah biaya layanan.

    Sumber pendapatan alternatif

    Pengenaan biaya per transaksi ini berpotensi meningkatkan take rate Tokopedia, yaitu pendapatan perusahaan yang didirikan oleh William Tanuwijaya ini dari perputaran uang di platformnya.

    Umumnya, perusahaan e-commerce seperti Tokopedia mendulang pendapatan dari biaya yang dikenakan ke penjual produk. Perubahan kebijakan di Tokopedia berarti salah satu anak usaha GoTo ini mengincar tambahan pendapatan dari sisi pembeli.

    Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2022, take rate GoTo dari bisnis e-commerce adalah 2,9% dari total transaksi Rp 1,9 triliun. Porsi take rate di Tokopedia termasuk komisi yang dikutip dari pedagang yang ada di kisaran 1,5% hingga 2%.

    GoTo tidak melaporkan secara khusus kinerja keuangan khusus Tokopedia. Namun, dengan besaran take rate itu, total kerugian seluruh bisnis GoTo pada kuartal I/2021 mencapai Rp 6,6 triliun

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Mitra Tokopedia Ajak Masyarakat Belanja dan Berbagi Kebaikan

    (dem)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.