Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Timbunan Perak Ditemukan di Laut Dekat RI, Ternyata Pertanda Buruk
    Insight News

    Timbunan Perak Ditemukan di Laut Dekat RI, Ternyata Pertanda Buruk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 September 2024Updated:12 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Peneliti menemukan timbunan perak di dasar Laut China Selatan, perairan yang berada di bagian utara Indonesia. Timbunan perak tersebut diperkirakan adalah dampak dari “kiamat” perubahan iklim akibat pemanasan global.

    IFL Science melaporkan riset oleh peneliti dari Hefei University of Technology dan Guangdong Ocean University of China mempelajari sejarah 3.200 tahun inti sedimen dari sampel yang diambil dari kedalaman 1.878 meter di dasar Laut China Selatan di lepas pantai Vietnam. 

    Wilayah tempat pengambilan sampel adalah tempat air di permukaan laut terus menerus tertiup angin sehingga digantikan dengan air dari laut dalam yang dingin dan kaya nutrisi. Kondisi yang dinamis ini membuat lokasi tersebut sangat sensitif atas perubahan lingkungan dan bisa menjadi cerminan perubahan di tingkat global.

    Para peneliti menemukan kandungan perak di dasar laut bertambah drastis mulai 1850-an, yaitu periode awal revolusi industri yang menandai lonjakan level CO2 di atmosfer. Oleh karena itu, para peneliti China mengaitkan timbunan perak tersebut dengan pemanasan global akibat aktivitas manusia.

    Proses alami seperti hujan dan angin seharusnya menggerus bebatuan yang mengandung perak sehingga logam berharga tersebut seharusnya tidak memusat dan tertimbun di area sempit.

    Perbedaannya, perak di dasar Laut China Selatan berasal dari aktivitas manufaktur yaitu sisa dari proses pembuatan peralatan fotografi. Namun, peneliti berpendapat aktivitas industri bukan satu-satunya penyebab timbunan perak di wilayah tersebut.

    Ada faktor peningkatan intensitas muson musim panas Asia Timer yang makin intens akibat pemanasan global. Hujan yang makin deras dan angin yang makin kencang bertiup membawa nutrisi ke permukaan laut sehingga mikroorganisme laut bisa lebih produktif berfotosintesis.

    Mikroorganisme ini “menyerap” juga material perak dan kandungan metal lainnya. Ketika mati, sisa mikroorganisme tersebut mengendap sebagai sedimen laut membawa serta “harta karun” perak ke dasar laut.

    Meskipun sampel yang dipelajari hanya berasal dari wilayah spesifik di Laut China Selatan, penemuan para peneliti bisa juga terjadi di area pantai lain di seluruh dunia.

    Ironisnya, penumpukan perak dan mineral berharga lainnya bisa mengundang aktivitas pertambangan dasar laut. Selain perak, dasar laut juga mengandung tembaga, timbal, emas dan material lain yang dibutuhkan untuk membuat baterai seperti nikel, mangan, dan kobalt.

    Peningkatan aktivitas pertambangan dasar laut bisa berdampak luar biasa terhadap lingkungan hidup dan bisa merusak keseimbangan laut.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Pengadilan UE Tolak Banding Apple Terkait Kewajiban Pajak





    Next Article



    Peneliti Sebut Makan Daging Ular Kunci Keselamatan Umat Manusia



    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.