Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Tunjuk Sosok Kunci Ini Gagalkan Blokir Joe Biden di AS
    Insight News

    TikTok Tunjuk Sosok Kunci Ini Gagalkan Blokir Joe Biden di AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 April 2024Updated:29 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Penasihat umum TikTok dan perusahaan induknya ByteDance, Erich Andersen, akan mengundurkan diri dari jabatannya pada Juni mendatang. Ia akan difokuskan menyusun upaya untuk menggagalkan penjualan aplikasi video tersebut di Amerika Serikat.

    Andersen akan tetap di perusahaan video pendek itu dan menjadi penasihat khusus untuk memimpin upaya TikTok membatalkan undang-undang (UU) yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Undang-undang tersebut memberi ByteDance waktu 270 hari untuk mendivestasi aplikasi video pendek TikTok di Amerika Serikat atau akan diblokir sepenuhnya.

    TikTok mengatakan minggu ini bahwa pihaknya berencana untuk mengajukan gugatan menantang II tersebut, tapi mereka menolak mengatakan kapan berencana untuk melakukannya.

    Andersen adalah pemain kunci dalam keberhasilan TikTok menghadapi ‘rintangan’ pada 2020 terhadap upaya pemerintahan Trump untuk melarang TikTok dan tahun lalu yang mengakibatkan hakim memblokir larangan di negara bagian Montana.

    TikTok sudah berulang klai menyatakan belum membagikan dan tidak akan membagikan data pengguna AS kepada pemerintah China. Mereka akan menantang RUU tersebut atas dasar Amandemen Pertama dan pengguna TikTok juga diperkirakan akan kembali mengambil tindakan hukum.

    CEO TikTok Shou Zi Chew memuji Andersen dan mengatakan dia senang Andersen telah setuju untuk mengambil peran sebagai penasihat khusus untuk fokus pada misi sangat penting yang dihadapi perusahaan, demikian dikutip dari Reuters, Senin (29/4/2024).

    Chew mengatakan bahwa perusahaannya berharap untuk memenangkan gugatan hukum untuk membatalkan undang-undang yang dapat melarang aplikasi tersebut digunakan oleh 170 juta orang Amerika.



    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.