Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Shop Ditutup di RI Jadi Pukulan Telak Raksasa China
    Insight News

    TikTok Shop Ditutup di RI Jadi Pukulan Telak Raksasa China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Oktober 2023Updated:13 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok Shop resmi ditutup di Indonesia, terhitung efektif sejak 4 Oktober 2023 pekan lalu. Keputusan itu diambil menyusul ditetapkannya Permendag 31 Tahun 2023 yang melarang platform media sosial berperan ganda sebagai e-commerce.

    Menurut peneliti dari Columbia-Harvard China, William Yuen Ye, hengkangnya TikTok Shop dari Indonesia akan menghambat ambisi anak usaha ByteDance tersebut untuk menguasai pasar e-commerce.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Target pendapatan global TikTok kini berada di ujung tanduk,” kata dia, dikutip dari Gizmochina, Jumat (13/10/2023).

    Indonesia merupakan pasar krusial bagi TikTok Shop. Basis pengguna TikTok merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Pasar TikTok Shop di Indonesia pun yang terbesar di Asia Tenggara dengan kontribusi pendapatan 60% di kawasan tersebut.

    Gizmochina melaporkan bahwa tindakan tegas pemerintah Indonesia bisa menginsporasi negara tetangga. Penjual offline di pasar-pasar tradisional di kawasan Asia Tenggara bisa turut meminta pemerintah setempat memberlakukan aturan serupa.

    Keputusan pemerintahan Jokowi juga bisa menjadi pelajaran bagi platform e-commerce untuk tak serta-merta bertumpu pada basis massa di media sosial.

    Pendiri firma konsultansi Dolphin berbasis Beijing, Li Chengdong, mengatakan fitur e-commerce milik TikTok belum besar di pasar Barat. Aturan di Indonesia, menurut dia, menjadi pukulan telak bagi raksasa China itu untuk mengepakkan sayap di industri e-commerce.

    Pelarangan di Indonesia juga memicu pertanyaan soal model bisnis e-commerce yang menitikberatkan pada siaran langsung (live-streaming). Tren ini dimulai oleh China.

    Douyin yang merupakan kembaran TikTok di China sukses besar dengan metode penjualan live-streaming. Pendapatannya mencapai US$ 205 miliar tahun lalu, menurut firma Cinda Securities.

    Selain itu, Gizmochina juga mengatakan pelajaran berharga dari aturan yang dibuat pemerintah Indonesia adalah tak bertumpu terlalu berat pada satu pasar.

    TikTok Shop dilaporkan meraup pendapatan sebesar US$ 2,5 miliar di Indonesia sepanjang tahun lalu. Angka itu mengambil porsi signifikan dari pendapatan total US$ 4,4 miliar di Asia Tenggara, menurut laporan Bloomberg.



    Artikel Selanjutnya


    Deretan Fakta TikTok Shop Ditutup di Indonesia Hari Ini

    (fab/fab)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.