Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Ogah Diatur, Ngaku Belum Jadi Raksasa
    Insight News

    TikTok Ogah Diatur, Ngaku Belum Jadi Raksasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 November 2023Updated:17 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok mengikuti langkah Meta untuk menolak status ‘gatekeeper’ yang diberikan Uni Eropa dalam aturan Digital Markets Act (DMA).

    Menurut aturan tersebut, raksasa teknologi masuk kategori ‘gatekeeper’ ketika memiliki lebih dari 45 juta pengguna aktif bulanan (MAU) dan nilai pasar 75 miliar euro (Rp 1.265 triliun).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Saat masuk kategori ‘gatekeeper’, perusahaan diwajibkan untuk mematuhi regulasi yang lebih ketat.

    Hal ini demi menjaga iklim kompetisi yang sehat, serta memberikan kebebasan bagi pengguna untu beralih dari satu layanan ke layanan lain.

    Pada pekan ini, Meta membantah status gatekeeper untuk beberapa anak layanannya. Misalnya saja Messenger dan Marketplace. Meta tak membantah disebut gatekeeper untuk platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

    Sementara itu, TikTok menolak masuk dalam kategori gatekeeper. Menurut perwakilan perusahaan, Uni Eropa mencantumkan status gatekeeper berdasarkan performa bisnis global dari induk perusahaan ByteDance.

    “Penolakan kami didasarkan pada keyakinan bahwa penunjukan kami berisiko merusak tujuan DMA dalam melindungi iklim kompetisi antara para gatekeeper dengan pesaing baru seperti TikTok,” kata keterangan perusahaan, dikutip dari Reuters, Kamis (16/11/2023).

    “Jauh dari gatekeeper, platform kami yang baru beroperasi di Eropa selama lebih dari lima tahun, bisa dibilang merupakan penantang bagi platform yang sudah lebih mengakar selama ini,” perusahaan melanjutkan.

    TikTok mengatakan layanannya tidak masuk syarat gatekeeper berdasarkan pendapatan di wilayah Eropa sebesar 7,5 miliar euro per tahun.

    Uni Eropa sebelumnya telah memilih 22 layanan gatekeeper, 6 di antaranya adalah entitas di sektor teknologi. Antara lain Microsoft, Apple, Alphabet (Google), Amazon, Meta, dan TikTok.

    Google dan Amazon menerima status tersebut dan bersedia mengikuti aturan yang lebih ketat. Sementara itu, Apple belum memberikan komentar.


    Artikel Selanjutnya


    Geger Hakim Doyan Main TikTok Terancam Dipecat

    (fab/fab)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.