Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Mau Kuasai Segalanya, Tak Cukup Jajah Ecommerce
    Insight News

    TikTok Mau Kuasai Segalanya, Tak Cukup Jajah Ecommerce

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Juli 2023Updated:21 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Setelah meluncurkan layanan e-commerce, TikTok kembali melebarkan sayapnya ke bisnis baru. TikTok meluncurkan layanan streaming menguji layanan streaming musik di Australia, Meksiko, dan Singapura setelah merilis layanan tersebut di Indonesia dan Brasil.

    Layanan streaming musik berlangganan TikTok, yang dinamakan TikTok Music, dirilis di Australia, Meksiko, dan Singapura pada Rabu (19/7/2023).

    “Kami mengundang pengguna di Australia, Meksiko, dan Singapura untuk ikut serta di uji coba TikTok Music mulai hari ini,” kata TikTok dalam pernyataan yang dikutip oleh CNBC International. Peserta uji coba bisa menggunakan layanan TikTok Music selama 3 bulan, gratis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut DataReportal, Meksiko adalah pasar terbesar ke-4 TikTok dengan 62,4 juta pengguna aktif bulanan di atas 18 tahun. Tiga pasar terbesar TikTok adalah Amerika Serikat (116,5 juta pengguna), Indonesia (113 juta), dan Brasil (84,1 juta).

    Menurut CNBC International, TikTok berambisi mendorong pertumbuhan perusahaan di pasar selain AS seiring dengan upaya politisi AS untuk memblokir aplikasi video singkat tersebut.

    CEO TikTok Shou Chew sebelumnya menyatakan rencana TikTok untuk mengguyur modal miliaran dolar ke Asia Tenggara.

    Pengguna TikTok Music bisa melakukan sinkronisasi dengan akun TikTok mereka. “TikTok Music adalah layanan musik jenis baru yang menggabungkan kemampuan penemuan musik di TikTok dengan layanan streaming yang menawarkan jutaan lagu dari ribuan artis,” kata TikTok.

    Pesaing utama TikTok di layanan streaming musik adalah Spotify dan Apple Music.  Di Indonesia, TikTok Music akan menggantikan Resso yang ditutup pada awal bulan Juli.

    Sebelum layanan musik, TikTok juga telah menyediakan layanan ecommerce bernama TikTok Shop dan opsi bagi pengguna untuk berjualan secara live streaming dari aplikasi TikTok.

    Menurut data Momentum Works, Indonesia masih dikuasai oleh dua platform ecommerce terbesar milik dua konglomerasi teknologi raksasa regional, yaitu Shopee dan Tokopedia. Dua ecommerce berikutnya juga bersaing ketat di papan tengah, yaitu Bukalapak dan Lazada.

    TikTok yang dalam setahun terakhir agresif merekrut pedagang ke platform TikTok Shop miliknya, kini menguasai 5 persen GMV diikuti oleh Blibli sebesar 4 persen.

    TikTok memang dikabarkan memasang target ambisius untuk platform belanja online tersebut pada tahun ini. Transaksi penjualan (GMV) dipatok sampai US$ 20 miliar atau setara Rp 297 triliun, menurut sumber dalam perusahaan.



    Artikel Selanjutnya


    Hati-hati Tertipu! 4 Tips Hindari Toko Bodong di Ecommerce

    (dem/dem)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.