Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Mau Diblokir Permanen, Trump Mendadak Jadi Juru Selamat
    Insight News

    TikTok Mau Diblokir Permanen, Trump Mendadak Jadi Juru Selamat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Desember 2024Updated:10 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bisa menjadi penentu nasib TikTok di negara adikuasa. Dalam sebuah wawancara, Trump pernah mengemukakan pendapatnya terkait anak usaha ByteDance tersebut.

    TikTok diketahui harus lepas dari ByteDance berdasarkan aturan di AS. Platform tersebut mengajukan banding dan meminta pengajuan ditunda agar pemerintah baru bisa meninjau kasusnya.

    Pemerintahan Trump akan dimulai saat dia pelantikan pada 20 Januari 2025. Namun, sehari sebelumnya adalah batas akhir perintah AS terkait TikTok, yakni pada 19 Januari 2025.

    Dengan fakta itu, TikTok menilai waktunya sangat ketat. Menurut perusahaan, pemerintahan baru perlu memainkan perannya, dikutip dari The Register, Selasa (10/12/2024).

    Trump sendiri memiliki pandangan yang cukup berbeda dibandingkan kepemimpinan sebelumnya. Memang, Trump pernah mengajukan larangan TikTok.

    Namun baru-baru ini, dia menilai TikTok memiliki sisi buruk dan baik. Salah satu aspek terbaiknya adalah menjauhkan masyarakat dari Facebook, yang disebutnya sebagai ‘musuh rakyat’.

    Selain pemerintahan Trump yang baru, TikTok masih punya kesempatan banding melalui Mahkamah Agung AS. Raksasa media sosial itu berdalih masih ada masalah hukum yang perlu diuji.

    Selain itu, TikTok mengatakan memiliki lebih dari 170 juta pengguna di AS. Untuk itu, TikTok meminta pertimbangan lebih lanjut sebelum memutuskan memblokir layanannya di AS. 

    Dalam pengajuan ke pengadilan, TikTok juga menyinggung soal keamanan platformnya. Masalah ini kerap dibahas pemerintah AS untuk melarang TikTok beroperasi di negaranya.

    TikTok menegaskan platformnya tidak menimbulkan ancaman. Perusahaan juga mengatakan tuduhan pemerintahan Joe Biden soal China bisa terlibat melalui TikTok tak berdasar.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Manfaatkan Teknologi AI Untuk Punya Rumah, Gimana Caranya?




    Next Article



    Aplikasi Pengganti TikTok Makin Ganas Jelang Pemblokiran di AS



    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.