Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Diblokir, CEO Bawa TikTokers Demo ke Washington DC
    Insight News

    TikTok Diblokir, CEO Bawa TikTokers Demo ke Washington DC

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Maret 2024Updated:17 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat mengancam memblokir TikTok jika aplikasi media sosial tersebut masih dimiliki oleh perusahaan China. CEO TikTok Shou Zi Chew dijadwalkan datang langsung ke ibu kota AS, Washington DC, untuk berdialog dengan para senator AS.

    Badan legislatif Amerika Serikat telah menyepakati undang-undang yang memaksa TikTok dijual, pada Rabu (13/3/2024) waktu setempat. Reuters melaporkan bahwa isi undang-undang yang disahkan oleh House of Representatives Kongres AS mengharuskan ByteDance, perusahaan China pemilik TikTok, melepas saham mereka di TikTok dengan tenggat 6 bulan ke depan.

    Undang-undang tersebut disahkan berkat dukungan kedua partai terbesar di AS, yaitu Demokrat dan Republik, dengan perolehan suara 352-65. Namun, regulasi tersebut berpotensi menemui hambatan di Senat AS. Menurut Reuters, sebagian anggota Senat AS memilih pendekatan berbeda soal ancaman TikTok terhadap keamanan nasional AS.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    CEO TikTok Shou Zi Chew dijadwalkan berkunjung ke Capitol Hill, gedung parlemen AS di Washington DC, untuk berbicara dengan beberapa senator soal regulasi yang berpotensi memblokir TikTok.

    Chew datang ke Washington DC berbekal dukungan dari para pengguna TikTok di AS. Bahkan, lusinan pengguna TikTok menggelar demonstrasi di luar Capitol Hill saat anggota House of Representatives Kongres AS mengambil suara untuk mengesahkan UU pemblokiran TikTok.

    Biaya perjalanan dan akomodasi para TikTokers untuk datang dan berdemonstrasi di Washington DC ditanggung sepenuhnya oleh TikTok.

    Namun, Reuters menyatakan mayoritas politisi di Washington DC mendukung regulasi yang memaksa China menjual TikTok. Presiden Joe Biden pekan lalu menyatakan ia akan menandatangani UU soal TikTok.

    Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, pada Selasa menyatakan tujuan utama dari regulasi soal TikTok adalah mengakhiri kepemilikan China atas TikTok, bukan pemblokiran.

    “Apakah kita ingin TikTok, sebagai platform, dimiliki oleh perusahaan AS atau perusahaan China? Apakah kita mau data dari TikTok, data anak-anak dan dewasa, disimpan di AS atau dikirim ke China?” kata Sullivan.

    Pemerintah China sampai saat ini belum memberikan respons soal UU yang baru disahkan. Mereka belum tentu memberikan persetujuan atas penjualan saham TikTok oleh ByteDance.

    Jika ByteDance tidak menjual saham TikTok dalam waktu 6 bulan, toko aplikasi milik Apple yaitu App Store dan toko aplikasi milik Google yaitu Play Store harus menendang TikTok dari iPhone dan HP Android di Amerika Serikat.

    Dampak UU soal TikTok terhadap aplikasi milik perusahaan China lain belum jelas, termasuk terhadap WeChat milik Tencent.

    Selain itu, pemaksaan divestasi TikTok berpotensi terhambat oleh gugatan hukum. Menurut Reuters, TikTok bisa mengajukan gugatan hukum dalam jangka 165 hari sejak UU ditandatangani oleh Presiden AS.



    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.