Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terungkap Taktik Licin Facebook Bayar Gaji Kecil, Karyawan Merana
    Insight News

    Terungkap Taktik Licin Facebook Bayar Gaji Kecil, Karyawan Merana

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Juli 2024Updated:1 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengadilan Banding Amerika Serikat (AS) menerima gugatan class action yang diajukan seorang engineer software.

    Engineer itu mengklaim Meta menolak untuk merekrutnya sebagai pegawai, sebab raksasa media sosial itu lebih memilik pekerja asing. Hal ini diklaim merupakan modus Meta untuk membayar upah kecil bagi pekerja asing, dikutip dari Reuters, Jumat (28/6/2024).

    Pengadilan Banding Sirkuit AS ke-9 yang berbasis di San Francisco dalam keputusan 2-1, mengatakan bahwa undang-undang era Civil War yang melarang diskriminasi dalam kontrak berdasarkan “keterasingan” meluas ke bias terhadap warga negara AS.

    Keputusan tersebut membatalkan penolakan hakim federal California atas gugatan Purushothaman Rajaram, seorang warga negara naturalisasi AS, yang menyebut Meta mengabaikan pekerja Amerika untuk mendapatkan pekerjaan demi menerima pekerja asing yang lebih murah. Rajaram berusaha mewakili kelas yang mencakup ribuan pekerja.

    Meta, pemilik Facebook, Instagram, dan WhatsApp, tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai tuntutan ini.

    Perusahaan tersebut dalam pengajuannya ke pengadilan telah membantah melakukan kesalahan dan mengatakan Rajaram gagal menunjukkan bahwa Meta mendiskriminasi pekerja AS.

    Daniel Low, pengacara Rajaram, mengatakan bias terhadap warga AS adalah masalah besar dalam industri teknologi.

    “Kami memperkirakan keputusan ini akan mengarah pada lebih banyak tuntutan hukum yang bertujuan untuk mengakhiri diskriminasi tersebut,” kata Low melalui email.

    Pengadilan tersebut belum pernah membahas apakah undang-undang federal, Pasal 1981 dari Undang-Undang Hak Sipil tahun 1866, memberikan perlindungan dari diskriminasi perekrutan bagi warga negara AS.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Sambut Kecanggihan GPT-4o, Aplikasi Pembunuh Google




    Next Article



    Penipuan Gaya Baru Beredar di Instagram-Facebook, Ini Cara Kenali



    (fab/fab)

    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.