Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tersengat ‘Hantu’ Resesi, Pasar HP Indonesia Anjlok 10%
    Insight News

    Tersengat ‘Hantu’ Resesi, Pasar HP Indonesia Anjlok 10%

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 September 2022Updated:19 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pasar smartphone Indonesia mengalami penurunan pada kuartal kedua (Q2) 2022 sebesar 10% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Hal tersebut diketahui menurut laporan dari International Data Corporation’s (IDC).

    Namun di satu sisi, pasar smartphone di Indonesia mengalami pertumbuhan Quarter-on-Quarter (QoQ) sebesar 6,9% menjadi 9,5 juta unit.

    Secara keseluruhan, paruh pertama tahun 2022 ditutup 13,7% lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi 3,7% lebih tinggi dari paruh pertama tahun 2019.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Baik vendor maupun konsumen telah bersiap menghadapi Ramadhan, namun dihadapkan pada permintaan konsumen yang melambat.

    Menurut laporan IDC, pada 2Q22 di mana pemerintah melonggarkan aturan PPKM dan mengizinkan masyarakat untuk melakukan perjalanan ke kampung halaman untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.

    Seiring dengan meningkatnya biaya perjalanan, masyarakat menghabiskan lebih sedikit uang untuk belanja barang elektronik/gawai dibandingkan tahun lalu.

    Selain itu, belanja konsumen bergeser ke area lain seperti makanan dan transportasi, seiring dengan aktivitas yang kembali normal.

    “Kenaikan harga barang juga menambah tekanan pada pendapatan yang dapat dibelanjakan, memaksa masyarakat memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan primer”, ujar Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst IDC Indonesia dalam keterangan tertulis, Senin (19/9/2022).

    Pasar smartphone diperkirakan tidak akan mengalami peningkatan di paruh kedua tahun ini, karena faktor ekonomi makro seperti inflasi, pergerakan nilai tukar mata uang, peningkatan suku bunga, dan kenaikan harga bahan bakar terus mengikis daya beli konsumen. IDC memperkirakan pengiriman smartphone secara keseluruhan akan menurun pada tahun 2022.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Jangan Coba! Ikut Judi Online Slot Bisa Bahaya, Masuk Bui

    (roy/roy)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.